11 Oktober 2017

thumbnail

Melawan Arus


Pada saat menyelam, cari paling efisien adalah tidak melawan arus, dengan cara ini menyelam jadi lebih menyenangkan, pemakaian tabung udara jadi lebih hemat dan efisien, tenaga tidak banyak terkuras, dan tujuan utama menyelam untuk rekreasi bawah laut juga tersalurkan.
Demikian juga teknologi. Segalanya sekarang serba online. Di Jakarta Pasaraya tutup, Glodok mulai sepi pengunjung, karena trend sudah berubah, makin banyak orang yang belanja secara online. Tidak perlu terjebak macet, tidak menghabiskan bahan bakar dan bisa sambil tiduran belanjanya.
Transportasi (berbasis aplikasi) online, mau tidak mau sudah menjadi trend dan kebutuhan. Orang bisa berpindah tempat dari titik A ke titik B dengan lebih gampang dan dengan tarif yang terjangkau. Pesan makan bisa lewat GoFood, kirim barang dalam radius 20-40 km bisa lewat GoSend. Trend nya memang begituw, dan ini terjadi di seluruh dunia dengan Uber dan Grab, dan GoJek untuk domestik. Perubahan arus yang memang sesuai dengan perkembangan teknologi dan memang sudah jamannya.
Sudah banyak contoh menyedihkan bahwa pihak-pihak yang tetap mengandalkan sistem konvensional dan tidak mau ikut arus dan berinovasi akan terpuruk dengan sendirinya. Di dunia komunikasi ada brand N dari Finland, di dunia traveling ada juga masih ada travel agent konvensional yang menjual voucher. Siapa yang masih mau repot beli voucher di counter kalo hotel bisa dibook lewat online travel agent melalui aplikasi mobile dengan cepat, murah dan aman?
Untuk daerah yang menolak transportasi online seperti Batam dan Bandung, selamat dan kagum buat pemerintah daerahnya. Ada beberapa sebab yang mencurigakan, antara lain Dishub nya lemah atas tekanan bos2 angkot yang suka ngebut dan taxi yang tak pernah tertib dan bikin semrawut lalu lintas ituw. Mereka tidak merperhatikan kebutuhan masyarakat akan transportasi yang murah, aman dan efisien. Selagi kepala daerahnya tidak bisa menyediakan transportasi yang terjangkau, aman dan tertib, pelarangan transportasi online adalah hal yang absurd, kontra produktif, dan bisa dicurigai dalah hasil kongkalingkong antara Dishub dengan pengusaha angkot.
Intinya pemerintah kota Batam tidak memiliki wibawa, dan tunduk dibawah tekanan organisasi transportasi konvensional, dan lebih berpihak kepada organisasi tersebut daripada berpihak kepada masyarakat. Setelah gagal menertibkan taxi-taxi tanpa argo yang menetapkan tarif seenaknya dan setinggi langit, pemerintah kota Batam juga gagal menertibkan angkot-angkot yang berhenti dan parkir sampai separuh jalan dan sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan di jalan raya tersebut. (Saya sendiri mengalami kecelakaan akhir tahun 2013 gara-gara angkot yang berhenti mendadak di tengah jalan).
Dan taxi serta angkot-angkot yang tidak mampu untuk menjadi kompettitif dan mengikuti arus perubahan ini, mereka menjadi kasar dan suka ngamuk, bersikap anarkis, pada lupa bahwa rejeki ituw sudah ada yang mengatur. Dan harus ingat, masyarakat lebih suka naik transportasi yang tarifnya jelas, aman dan efisien. Bukan taxi tanpa argo yang tarifnya tidak jelas, atau angkot yang sopirnya entah punya SIM atau tidak.
Bluebird sendiri menyikapi perubahan arus ini dengan bijak, mereka berinovasi dengan menciptakan aplikasi online mereka sendiri.yang bisa diunduh untuk perangkat iOS maupun Android.
Biarkan masyarakat yang memilih moda transportasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka sendiri, jangan melawan arus perubahan.
Batam sudah mulai kelelep karena pemerintah daerahnya tidak bisa menjaga iklim investasi, banyak pungli terhadap investor, dan akhirnya investor kapitalis memindahkan modal dan pabriknya ke negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, termasuk ke negara komunis seperti Vietnam dan China, kita bisa melihat adanya ironi pada fakta ini.
Dengan pelarangan transportasi online ini, Batam bisa jadi akan semakin suram, pengangguran yang sudah berkali lipat bertambah lagi berpuluh kali lipat, dan takutnya angka kriminalitas akan semakin bertambah, investor lain tidak akan mau masuk, dan lingkaran setan kemunduran ini tidak akan pernah putus.
Pemerintah daerah yang melawan arus, daerahnya akan kelelep sendiri.

29 Agustus 2017

thumbnail

8 Manfaat Snorkeling


Sederhananya, snorkeling adalah aktifitas yang serupa dengan berenang, namun snorkeling ini lebih bertujuan untuk melihat keindahan ekosistem bawah laut. Bagi yang tidak bisa berenang, bisa snorkeling menggunakan life jacket agar tetap mengapung. Bagaimanapun, sadar atau nggak, snorkeling juga memiliki dampak positif bagi tubuh, karena banyak gerakan dalam olahraga renang yang kita terapkan saat snorkeling. 

1. Menurunkan Risiko Diabetes
Saat snorkeling, kita bisa menghabiskan waktu sampai 5 jam lebih di dalam air. Padahal, setiap 60 menitnya, ada 600 kalori yang telah terbakar akibat kegiatan tersebut. Coba bayangkan, berapa ribu kalori dan berapa banyak persentase turunnya risiko diabetes yang telah kita buang saat kita snorkeling.

2. Menurunkan Berat Badan
Snorkeling secara teratur cocok nih bagi Anda yang mau menurunkan berat badan tapi males diet. Snorkeling yang memaksa banyak gerak membuat pembakaran lemak yang terjadi di dalam tubuh pun merata, nggak cuma di satu bagian aja. Bahkan, kelenturan sendi juga ikut terlatih sehingga bentuk tubuh jadi ideal, tegap, nggak bungkuk.

3. Otot & Tulang Menguat
Selain sendi, tentunya, otot dan tulang juga terkena dampak positifnya. Kebugaran tubuh pun ikut meningkat. Hal ini disebabkan karena tenaga yang kita keluarkan untuk mendorong beban tubuh jauh lebih berat saat di air dibandingkan udara (seperti ketika berlari).

4. Mengatasi masalah pernapasan
Seperti yang telah diketahui, berenang sangat berpengaruh bagi kesehatan paru-paru. Banyak permasalahan pernapasan yang dapat diatasi oleh aktifitas yang satu ini, mulai dari mendengkur, terlalu mudah lelah, bahkan ampuh menghindari asma.

5. Menjaga Kerja Jantung
Salah satu zat yang terkandung dalam air laut adalah kalsium sulfat. Kalsium sulfat itu sendiri sangat berperan aktif dalam menjaga metabolisme tubuh dan juga kerja jantung.

6. Menurunkan Risiko Kanker
Saat snorkeling, kulit kita terpapar sinar matahari. Perlu Anda ketahui, sinar matahari itu mengandung vitamin d, yang sudah terbukti ampuh menurunkan risiko kanker, seperti kanker prostat bagi pria dan kanker payudara bagi perempuan.

7. Mengeluarkan Racun
Adapula manfaat lain terpapar sinar matahari saat snorkeling, yaitu mengeluarkan racun yang ada di dalam tubuh. Proses detoksifikasi ini tanpa Anda sadari juga meningkatkan kinerja hati yang berfungsi mengeluarkan racun melalui urine atau keringat. Jadi, Anda nggak perlu takut-takut lagi terkena sinar matahari, tapi tetap harus tahu batasan, ya.

8. Super oksigen
Tahukah Anda bahwa selain pohon, plankton menghasilkan oksigen. Yup ribuan plankton yang berada di permukaan dan di bawah permukaan menghasilkan oksigen, hingga dari 0 sampe 50 cm di atas permukaan laut kita menghirup langsung oksigen tersebut. Inilah yang disebut oksigen super, berdampak kelancaran metabolisme dan bikin awet muda.


13 Juli 2017

thumbnail

Syarat Menjadi Penyelam Scuba (Scuba Diver)


Apa syaratnya untuk menjadi penyelam scuba (scuba diver)?
Tentu saja harus bisa berenang, namun tidak perlu mahir-mahir amat. Jika anda bisa berenang sejauh 200 meter non-stop tanpa batas waktu atau sejauh 300 meter menggunakan mask, fin dan snorkel non-stop tanpa batas waktu dan Anda confident atau percaya diri ketika berada di air, Anda sudah memenuhi persyaratan pertama.
Bagaimana kalau tidak bisa berenang?
Saya sarankan ambil pelatihan renang dahulu atau Anda akan kecewa pada saat pelatihan diving. Karena Anda akan kesulitan mengikuti pelatihan atau mungkin juga akan berhenti di tengah jalan. Sangat disayangkan, bukan?
Sertifikasi apa yang harus didapatkan?
Untuk recreational diving, sertifikasi yang bisa didapatkan adalah Open Water Diver, ini sudah cukup sebenarnya. Sertifikat/lisensi ini berlaku internasional dan berlaku seumur hidup. Namun ada beberapa sertifikasi level berikutnya yang bisa diikuti seperti Advanced Open Water Diver, Adventure Diver, Advanced Open Water Diver, Rescue Diver, Master Scuba Diver dan Instructor. Anda akan mendapatkan kartu yang bisa Anda bawa ke mana saja untuk menunjukkan bahwa Anda adalah certified scuba diver. Dan keabsahan atau valid tidaknya kartu tersebut bisa dicheck online kapan saja.
Berapa usia minimum dan maksimum untuk mendapatkan sertifikasi/lisensi selam scuba?
Usia minimum 10 tahun, dan maksimum nya tergantung dari berbagai negara tapi rata-rata hingga 70 tahun tergantung kesehatan fisik.
Apa syarat lainnya?
Tentu saja Anda harus sehat. Untuk keselamatan, semua peserta harus melengkapi Scuba Medical Questionnaire yang menanyakan tentang kondisi-kondisi medis yang bisa menjadi masalah saat Anda melakukan penyelaman. Jika Anda menjawab TIDAK (NO) untuk semua pertanyaan, Anda cukup menanda-tangani formulir tersebut dan Anda dapat memulai pelatihan dengan segera. Bila ada satu atau beberapa pertanyaan Anda jawab YA (YES), maka Anda perlu pemeriksaan dokter yang menyatakan anda fit untuk diving atau tidak. Jadi dokter akan menilai kondisi Anda terutama yang berhubungan dengan penyelaman dan menanda tangani suatu formulir medis yang mengkonfirmasikan bahwa anda boleh melakukan penyelaman atau tidak boleh menyelam.
Berapa biayanya?
Untuk Open Water Diver harganya berbeda-beda untuk tiap asosiasi dan lokasi. Jadi harga di Batam tentunya beda dengan di Bali, beda di Kep Seribu, dan beda lagi di Australia. Untuk PADI Open Water Diver biayanya adalah antara 5 hingga 6 juta (mengikuti fluktuasi nilai rupiah terhadap dolar). Untuk SSI Open Water Diver 4 juta hingga 6 juta. Untuk SDI juga sama. Dan ingat, license atau sertifikatnya berlaku seumur hidup dan berlaku internasional.
Apa saja asosiasi internasional untuk kursus scuba diving?
SSI (Scuba School International)
SDI (Scuba Diving International)
PADI (Professional Association of Diving Instructors)
CMAS (Confédération Mondiale des Activités Subaquatiques)
Dan banyak lagi, yang saya sebutkan di atas yang ada di Indonesia dan cukup populer.
Di kota mana yang terdekat?
Untuk SSI, SDI dan PADI yang terdekat tentu saja adalah Batam, kemudian Jakarta (Kepulauan Seribu), dan Bali.
Di mana lokasi selam yang bagus?
Indonesia adalah surganya para penyelam, mulai dari Sabang hingga Merauke, karena Indonesia adalah negara kepulauan. Banyak penyelam internasional datang ke Indonesia hanya untuk menyelam, kenapa kita tidak? Dive spot yang terkemuka saat ini adalah Sabang, Padang, Batam, Anambas, Belitung, Lampung, Kepulauan Seribu, Karimun Jawa, Bali, Lombok, Pulau Komodo, Flores, Lembeh, Bunaken, Kepulauan Wakatobi, Kepulauan Maluku, Raja Ampat, Kaimana dan lain-lain. Tidak tertutup kemungkinan ditemukan lokasi-lokasi baru yang nantinya bakalan populer.
Apa manfaat scuba diving?
Untuk manfaatnya, yuk simak tulisan saya di blog saya ini:
http://blog.ferdot.com/…/10-alasan-kenapa-anda-harus-mencob…


26 Juni 2017

thumbnail

47 Meters Down; Film Tentang Scuba Diving?


Beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa rekan-rekan anggota BIAC (Reni, Rahmah dan Kiki) menyempatkan diri menonton film 47 Meters Down yang dibintangi oleh Mandy Moore dan Claire Holt. Mandy Moore namanya cukup dikenal sebagai penyanyi dan aktris, terutama yang saya ingat film A Walk to Remember

47 Meters Down adalah film horror dan thriller tentang scuba diving dan hiu. Yang membuat kami tertarik menontonnya tentu saja aspek scuba diving dan ikan hiunya, tapi jangan lupa, bahwa ini film horror, dan film horror cara kerjanya adalah dengan menakuti penonton se-intens mungkin. Di sana sini ada adegan tegang, menakutkan, dan kaget-kagetan. Dan film horror ini tentu saja menyajikan suatu gambaran bahwa lautan adalah tempat yang menyeramkan, yang pada fakta sebenarnya adalah sebaliknya.

Film ini cukup menghibur, dengan ending yang seperti film-film horror lainnya, yaitu menyisakan beberapa pertanyaan dan rasa penasaran.

Inti ceritanya adalah dua kakak beradik Lisa (Mandy Moore) dan Kate (Claire Holt) yang bepesiar ke Mexico, dan mengikuti program wisata ikan hiu atas ajakan dua orang kenalan baru mereka. Mereka berada di kerangkeng besi di kedalaman 5 meter, sementara ikan-ikan hiu berkeliaran di sekeliling mereka. Seharusnya ini aman, tapi karena ini film horror, adegannya tentu saja dibuat untuk memancing rasa kuatir dan ketakutan.


Pada suatu saat, crane yang menggantung kerangkeng besi itu patah dan kerangkeng besi berpenumpang dua cewe itu jatuh ke dasar laut, sementara sekawanan hiu tersebut berseliweran di sekitar mereka. Menyeramkan? Pasti, kalau tidak seram berarti film horrornya gagal. Namun film ini tidak melulu tentang ikan hiu pembunuh dengan gigi-gigi tajam, kita harus melihatnya sebagai aspek kecelakaan dalam scuba diving.

Kecelakaan dalam scuba diving hanya bisa terjadi karena satu hal: tidak diterapkannya safety precautions. Namun ada beberapa aspek lagi yang digambarkan di film ini yang harus saya bahas:

1. Operator Diving Tidak Ceroboh
Alasannya simpel: operator diving tentu saja selalu ingin kliennya selamat, kembali ke permukaan, naik ke kapal dan happy. Di film ini terlihat dive operatornya ceroboh, pemimpinnya hanya melihat sangsi ke kedua cewek tersebut dan bertanya apakah mereka berdua tau cara scuba diving? Keduanya menjawab tau. Ini tentu saja prosedur yang kecil kemungkinannya terjadi di dunia nyata. License atau sertifikat Anda akan ditanya dan dicek, baik Anda anggota asosiasi PADI, SDI, SSI dan lainnya, dan level sertifikasi Anda akan ditanya, apakah open water diver atau sudah advance. Mereka tidak akan menerima begitu saja kata-kata yang kita berikan. Mereka tidak akan mempertaruhkan nama baik perusahaan hanya demi beberapa ratus dolar. Lagian klien yang mati jauh lebih mahal dan merepotkan, mereka ingin klien mereka hidup dan happy.

2. Tabung Udara Tidak Akan Cukup Bertahan Lama
Tabung udara 200 bar yang berisi udara bertekanan akan lebih cepat habis di kedalaman 47 meter daripada di kedalaman 5 atau 10 meter. Jadi makin dalam kita menyelam, akan makin cepat habis persediaan udara di tabung. Batas umum untuk recreational diving adalah 130 feet atau di bawah 40 meter, sementara di film ini Lisa dan Kate terjatuh di kedalaman 47 meter, terlalu berbahaya.
Saya belum pernah menyelam sedalam itu, tapi perkiraan saya jika saya berada di kedalaman 47 meter, udara di dalam tabung saya akan habis dalam waktu 20 menit. Jadi filmnya seharus lebih cepat selesai dan Lisa dan Kate seharusnya sudah mati kehabisan udara, namun adegan underwater di film ini berlangsung kira-kira 1 jam dan mereka berdua bernapas paling tidak selama 35 hingga 40 menit dengan tabung yang sama, sebelum mereka berganti tabung.

3. Decompression Sickness
Di film ini, berkali-kali disebut istilah "bend", ini maksudnya DCS atau Decompression Sickness. Kate mengatakan bahwa bend adalah jika "it's nitrogen bubbles in the brain."

Walaupun yang dikatakan Kate ada benarnya, namun decompression sickness/bend tidaklah sesimpel itu. Dekompresi yang tidak dijalankan dengan benar setelah tubuh kita terpapar pada tekanan yang tinggi adalah penyebab utama DCS. Saat kita menyelam, tubuh kita menyerap nitrogen dari udara yang kita hirup. Jika kita ke atas dengan prosedur yang benar, tubuh kita perlahan-lahan akan melepaskan nitrogen tersebut, tapi jika kita ke atas terlalu cepat, nitrogen akan membentuk gelembung di dalam darah. Di film ini Kate dan Lisa hanya diberi instruksi satu pilihan, tetap di dalam kerangkeng di dasar laut dengan resiko kehabisan udara. Di dunia nyata, percayalah, mati kehabisan udara bukanlah pilihan terbaik. Tetap lebih baik kembali perlahan ke atas dan melakukan safety stop sesuai prosedur. Tapi kan ada resiko di makan hiu? Nanti saya jelaskan tentang hiu di dunia nyata dan bedanya dengan di film.

Tentu saja karena ini film, hal tersebut dijadikan faktor utama agar pilihan tokohnya terbatas dan filmnya jadi semakin tegang.

4. BCD Bukan Dongkrak

Menjelang akhir film, kaki Lisa terjebak dan tertindih kerangkeng besi, jadi Lisa yang belum berpengalaman scuba diving tersebut melepas BCD nya (Buoyancy Control Device), menaruhnya di bawah kerangkeng dan mengisinya dengan udara sehingga kerangkeng tersebut terangkat hingga ia bisa melepaskan kakinya. Kelihatannya logis, namun BCD bukanlah dongkrak. ScubaLab melakukan tes objektif terhadap BCD keluaran terbaru setiap tahun, mengetes kemampuan apung (buoyant lift) setiap BCD tersebut. Hasil tes akan mengindikasikan tingkat apung BCD, yang pada akhirnya menunjukkan seberapa berat beban yang bisa diangkat atau dinaikkan BCD. Daya apung (buoyant lift) rata-rata sebuah BCD adalah rentang antara  15 hingga 27 kilogram.   Sebuah BCD tidak akan pernah bisa mengangkat kerangkeng besi seberat lebih dari 225 kilogram.

5. Full Face Mask yang Canggih
Jarang sekali dive operator menyediakan dive mask yang versi full face seperti terlihat dalam film 47 meters down, dilengkapi dengan alat komunikasi yang canggih pula. Dive mask yang disediakan biasanya yang standar walaupun tetap menggunakan merk-merk terkenal. Lagipula, di film terlihat dive operatornya sanggup membeli full face mask lengkap dengan radio telekomunikasi sehingga penyelam bisa bicara dalam air, namun tidak sanggup mengganti kerangkeng besi yang karatan, sling yang gampang putus, dan crane yang gampang patah?

6. Manusia Bukan Makanan Hiu
Yup, hiu tidak langsung menyerang dan memakan manusia begitu melihat manusia. Ada beberapa hiu yang ganas seperti great white shark, tiger shark, bull shark, dan oceanic whitetip shark. Namun mereka tidak akan menyerang jika tidak diprovokasi. Saya sendiri sudah 2 kali diving bertemu ikan hiu, dua-duanya di Bali, namun yang saya temuin adalah jenis Reef Whitetip Shark, dan walaupun saya jadi sedikit gugup, ternyata tidak terjadi apa-apa. Tahukah makhluk apa yang paling ganas di laut dan di darat? Manusia. Manusialah predator paling ganas yang tidak saja bisa membuat beberapa spesies punah, tetapi juga merusak planet tempatnya berdiam.
Intinya hiu tidak memakan manusia, jika terjadi demikian biasanya karena hiu tersebut mengira bahwa kita adalah makanannya. Artinya kita dikira sebagai anjing laut, singa laut, dan makhluk lain yang memang merupakan makanan alami hiu.  

7. Kenapa Tidak Pakai Fin?

Fin menghemat tenaga. Tenaga yang hemat sebanding dengan napas yang hemat, karena makin banyak tenaga yang dikeluarkan, makin sering frekuensi bernapasnya. Napas yang hemat berarti udara yang hemat. Walaupun misalnya mereka akan berada dalam kerangkeng besi, fin mestinya tetap dipakai. Sedia payung sebelum hujan, bukan?


Namun terlepas dari hal-hal yang saya sebutkan di atas, secara umum film 47 Meters Down cukup menghibur, dan film tersebut membuat scuba diving terlihat sangat keren dan menantang, namun tidak seseram yang dibayangkan.

Ada beberapa peraturan dalam scuba diving yang membuat olahraga ini menjadi sangat menyenangkan. Tidak ada penyelam yang menyelam sendirian, dan ada beberapa prosedur ketat demi keamanan dan kenyamanan. Dan melihat makhluk-makhluk warna-warni mulai dari terumbu karang dan ikan-ikan yang berenang dengan riang, semua itu tak tergantikan dengan menyaksikannya di National Geographic maupun layar IMAX.


Copyright (C) Ferdot.com. 26 June 2017

21 Juni 2017

thumbnail

Kenapa di Indonesia Greece, Egypt dan Netherlands Disebut Yunani, Mesir dan Belanda?


Mengapa negara-negara tertentu disebut dengan nama yang jauh berbeda di Indonesia? Kenapa negara Greece disebut Yunani, Egypt disebut Mesir dan Netherlands disebut Belanda? Dari mana asal muasal penyebutan tersebut? Mari kita telaah satu persatu di bawah ini:

Greece alias Yunani
Di sebelah utara wilayah Yunani moderen saat ini, ada sebuah kawasan yang bernama Graecia. Orang-orangnya disebut Graekos. Sebagaimana kita ketahui, pada masa lalu, nama satu wilayah bisa disebut dari nama satu bagian wilayah tersebut. Sampai detik ini, masih ada orang Arab yang menyebut orang Indonesia sebagai Jawi, orang Jawa –walaupun orang itu bukan datang dari Jawa, tetapi dari Bugis, Ambon, atau Sumatera. Sama seperti orang menyebut kerajaan Nusantara jaman dulu sebagai Majapahit, padahal Majapahit itu nama pusat kerajaannya, sebuah kawasan kecil di sekitar Trowulan, Jawa Timur.

Orang-orang Yunani sendiri menyebut negara mereka sendiri Ελλάς, dibaca Ellada. Zaman dahulu, mereka menyebut negara mereka Ελλάς dibaca Ellás. Nama resmi negara mereka dalam bahasa mereka sendiri adalah Ελληνική Δημοκρατία, dibaca Ellinikí Dhimokratía.

Ternyata nama Yunani yang digunakan dalam bahasa Indonesia ini didapat dari bangsa Arab. Sebagaimana kita ketahui, Yunani memiliki wilayah yang dekat dengan Asia. Salah satu kawasan perbatasan dengan wilayah Asia Barat pada masa lalu adalah Ionia. Sekarang kawasan itu dan pulau-pulau terdekatnya menjadi wilayah Turki moderen. 2000 tahun yang lalu, Ionia dihuni oleh orang-orang Yunani, khususnya dari Attica. Karena nama kawasan kecil itulah bangsa Turki dan Arab menyebut seluruh Yunani dengan sebutan Yunanistan, sedangkan orang-orangnya disebut Yunan. Ini kemudian diikuti oleh bangsa Indonesia yang mengintergrasikan nama Yunani ke dalam bahasa Melayu lama, dan kini bahasa Indonesia.

Egypt alias Mesir
Jauh sejak zaman dahulu, Orang Indonesia sudah familiar dengan nama Mesir. Di dalam Quran, kata Mashr (Mesir) disebutkan sebanyak lebih dari 35 kali, di mana lima kali di antaranya disebutkan secara jelas (menggunakan kata Mashr), sementara sisanya menggunakan kata lain yang maknanya merujuk ke Mesir. Adapun lima ayat yang menyebutkan kata Mashr secara jelas dimaksud adalah dalam Surah Yunus ayat 87, Surah Yusuf ayat 21 dan 99, Surah Al Baqarah ayat 61, dan Surah Al Zukhruf ayat 51. 

Sebagaimana kita ketahui, orang Indonesia sudah membaca Quran jauh sebelum bertemu dengan orang-orang bule Eropa macam Cornelis de Houtman dan kawan-kawannya itu. Maka, tidak usah heran jika nama Mesir lebih familiar bagi bangsa Indonesia.

Lagipula, Mesir, negara yang terletak di delta Sungai Nil ini, memiliki nama internasional Arab Republic of Egypt. Tapi nama aslinya adalah ini: جمهوريّة مصر العربيّة dibaca: Jumhūriyyat Miṣr al-’Arabiyya.

Selain itu, ada kedekatan kultural antara bangsa Indonesia dan bangsa Mesir. Ini menjadi sebab lain mengapa nama Mesir lebih familiar daripada Egypt. Kedekatan kultural antara Indonesia dan Mesir ini bahkan sudah terjadi sejak zaman Fir’aun masih hidup. Ini dikonfirmasi oleh penemuan bahan-bahan pembalsem Fir’aun seperti kapur, cendana, dan gaharu yang didapat dari Indonesia. Fakta ini bahkan dikonfirmasi pula oleh ayat Quran:

 إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا 

"Dan orang-orang yang taat akan minum, dari gelas, sejenis minuman yang campurannya adalah KAPUR(Surah Al Insaan ayat 5)."

Kapur yang diceritakan sebagai campuran minuman dalam ayat itu, pada zamannya Fir’aun, diketahui hanya diproduksi di Barus, Sumatera.

Kata Egypt yang dipakai oleh orang Barat berasal dari bahasa Latin Aegyptus, ini berasal dari bahasa Yunani kuno Αἴγυπτος,baca: Aigyptos. Kata Aigyptos ini terdapat dalam catatan-catatan kuno Yunani sebagai adaptasi dari nama Mesir kuno di zamannya para Fir’aun, yakni Hikuptah, dalam aksara hierogliph terbaca Hwt-ka-Ptah.

Sebagian sejarawan mengatakan, tanah itu disebut Mashr (Mesir), karena mengacu kepada tradisi lisan Arab yang meyakini bahwa orang pertama yang menghuni daerah itu yang bernama Mashr atau Mashr-yem bin Markabil bin Duwabil bin Uryab bin Adam as. Pendapat kedua mengatakan, nama Mashr ini diambil dari Mashram bin Ya’rawusy al-Jabbar bin Mashr-yem bin Markabil bin Duwabil bin Uryab bin Adam as. Pendapat ketiga mengatakan, nama ini diambil dari nama Mashr bin Binshir bin Ham bin Nuh as. Terlepas dari perbedaan pendapat itu, ketiganya menyepakati bahwa nama Mashr itu diambil dari orang yang pertama kali menemukan Negara ini, dalam tradisi Arab.

Netherlands alias Belanda
Ada beberapa teori mengenai hal ini. Seperti kita ketahui, bahasa Indonesia memiliki banyak kata-kata serapan dari berbagai bahasa dunia, Dan beberapa kata atau istilah dari bahasa asing ini di Indonesia disederhanakan pengucapannya. Ini beberapa teori kenapa Netherlands disebut Belanda:

Pertama, ada yang meyakini bahwa kita mengambil kata blonde(pirang) dari bahasa Inggris. Sementara seperti kita ketahui banyak orang Belanda yang menjajah Indonesia berambut pirang. Ini kemudian diadaptasi oleh orang Jawa menjadi kata londo. Sebagaimana kita ketahui, orang Jawa pada masa lalu memiliki kebiasaan menyesuaikan lafal dengan kemampuan maksimalnya. Dari situlah kita menyebut Netherland menjadi Belanda. 

Sebagai perbandingan, suku-suku Aborigin Australia, hingga detik ini menyebut orang kulit putih Eropa dengan kata Balanda, diyakini karena pengaruh pelaut-pelaut Indonesia yang sudah kontak dengan mereka jauh sebelum James Cook mengklaim menemukan benua itu pada Abad ke-17.

Kedua, ada yang berpendapat kata Belanda didapat karena nama Belanda dalam bahasa Inggris lebih dikenal dengan sebutan Holland. Holland sebenarnya adalah nama salah satu provinsi di Belanda, tapi namanya menjadi dominan karena orang-orang dari Holland relatif lebih maju daripada orang-orang Belanda dari provinsi lainnya. Orang-orangnya disebut Hollander. Dalam lafal orang Indonesia, istilah inilah yang kemudian diyakini berubah menjadi Belanda.

Ketiga, ada juga yang meyakini bahwa kata Belanda dalam bahasa Indonesia berasal dari nama Belanda dalam bahasa Portugis dan Spanyol, yaitu Holanda. Sebagaimana kita ketahui, orang-orang Portugis sudah datang ke Indonesia jauh sebelum rombongan Belanda pertama di bawah pimpinan Cornelis de Houtman datang kemari. Dari istilah Holanda dalam bahasa Portugis itu, beberapa suku di Indonesia menyebut Wolanda. Sementara dalam adaptasi lidah orang Sunda, nama itu disebut Walanda (hingga detik ini dalam bahasa Sunda moderen). Akhirnya, muncullah lafal yang fix sampai sekarang: Belanda dalam bahasa Indonesia yang baku.


Sebagai tambahan, kenapa negara The Great Britain atau United Kingdom disebut Inggris? 

Pada umumnya, penerjemah Indonesia menerjemahkan English sebagai Inggris, United Kingdom menjadi Inggris juga, lalu Great Britain diterjemahkan Inggris pula, yang sebenarnya agak rancu.

Nama negara tersebut secara lengkap sebenarnya adalah United Kingdom of The Great Britain and North Ireland, yang terdiri atas North Ireland, Wales, Scotland dan tentu saja England. Penamaan United Kingdom of the Great Britain and North Ireland itu kemudian disingkat menjadi United Kingdom saja atau The Great Britain saja.

Inggris adalah direct translation dari English, bentuk adjective/person dari nama England, atau orang yang berasal dari England. Dan England sebenarnya hanyalah satu dari empat negara bagian dalam United Kingdom of The Great Britain and North Ireland.

Sebelum pendudukan Jepang pada 1941, bangsa Indonesia masih menyebut Britain sebagai Britanija. Dalam beberapa kesempatan, saya melihat tulisan Inglandia sebagai terjemahan dari nama England di masa lalu. Hipotesisnya, adalah Jepang yang pertama kali memperkenalkan Inggris kepada orang Indonesia. Pada mulanya, mereka melafalkan kata English menjadi Ing-gu-ris. Sebagaimana kita ketahui, fonem /l/ cenderung dilafalkan /r/ oleh orang Jepang.

Naskah-naskah sebelum tahun enampuluhan memiliki istilah yang lebih tepat mengenai hal ini:
1. United Kingdom of The Great Britain and North Ireland = Keradjaan Persatoean Britanija Raja dan Irlandia Oetara 
2. Great Britain = Britanija Raja 
3. England = Inggris 
4. Wales = Wales 
5. Scotland = Skotlandija 
6. North Ireland = Irlandia Oetara

Dari berbagai sumber.

31 Mei 2017

thumbnail

Ancaman ISIS di Indonesia Semakin Nyata.


ISIS lakukan serangan skala besar di kota Marawi Filipina. Dan tak berapa lama, Kota Marawi jatuh ke tangan ISIS.

Akses menuju kota Marawi diblokir dengan truk, militan menguasai kota berpenduduk 200 ribu. Setelah membebaskan ratusan napi, militan membakar penjara tersebut. Militer Filipina sudah mulai meluncurkan serangan balik merebut kota Marawi, Presiden Duterte menetapkan status Darurat Militer diseluruh Pulau Mindanao yang berbatasan dengan Indonesia, Sulawesi Utara.

Kemampuan ISIS yg mengagumkan adalah punya sel-sel tidur yg terpelihara saat mau meluncurkan serangan ke kota tersebut mereka tinggal diaktifkan. Bahkan saat ISIS akhirnya kehilangan sebuah kota, mereka masih meninggalkan sleeper cell di kota tersebut.

Kota Marawi jatuh mustahil tanpa keterlibatan sel-sel tidur ini, mereka menguasai seluk beluk kota dan objek-objek vital yang harus dilumpuhkan. Disamping itu, seringkali musuh-musuh ISIS moral tempurnya jatuh ketika menghadapi serangan kilat semacam ini. 

Diperkirakan ada 500-an militan ISIS yang menyerbu kota Marawi. Satu tahun yg lalu saat heboh isu keberadaan ISIS di negerinya, aparat Filipina malah membantah. “Kalian selalu menyangkal, hingga akhirnya baru menyadari saat mereka mengetuk rumah kalian”.

Dan ancaman serupa sedang mengancam Indonesia dengan sangat dekat, dan dimulai sejak tiga tahun yang lalu. 

Melalui kegiatan pengajian di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah pada medio 2014, sel kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah mulai hadir di Indonesia. Kala itu, mereka fokus mempersiapkan diri untuk bergabung dengan kekhalifahan bentukan Abu Bakar al-Baghdadi di Suriah.

Alhasil, ratusan orang lalu diberangkatkan Salim Mubarok Attamimi alias Abu Jandal, salah satu pimpinan sayap Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) asal Malang, Jawa Timur, ke Suriah selama tahun 2014. Pada tahun itu, Abu Jandal bersama Bahrumsyah juga membentuk Forum Aktivis Syariat Indonesia (Faksi) yang menjadi cikal bakal sel kelompok ISIS di Indonesia. Sementara itu, tokoh ISIS asal Indonesia lainnya, yaitu Bahrun Naim, kerap melakukan komunikasi dengan terpidana terorisme Aman Abdurrahman yang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan. Komunikasi ini membuahkan perencanaan aksi teror dengan afiliasi ISIS pertama di Indonesia, yakni rencana aksi teror pada perayaan 17 Agustus 2015 di Solo, Jawa Tengah. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap empat orang yang merencanakan aksi teror itu. 

Namun, seiring kondisi ISIS pusat di Suriah dan Irak yang semakin terdesak operasi militer Amerika Serikat dan sekutu, ”perjuangan” ISIS pun berpindah haluan. Tidak lagi harus ke Suriah atau Irak, tetapi aksi teror juga wajib dilakukan di negara masing-masing. Menurut Deputi Kerja Sama Internasional Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigadir Jenderal (Pol) Hamidin , instruksi itu mulai digemakan ISIS pada akhir 2015 sehingga sel-sel ISIS di Indonesia pun menanti perintah itu. Gerakan teror ISIS di luar negeri, seperti di Filipina, jelas menjadi inspirasi sel-sel yang berada di belahan dunia lain. 

Setelah peristiwa bom Thamrin, Januari 2016, ancaman sel ISIS di Indonesia semakin nyata. Hal itu, menurut Hamidin, tidak lepas dari pengaruh berbagai aksi teror di dunia sehingga sel ISIS di Indonesia ingin menunjukkan eksistensinya. Maraknya rencana aksi teror ISIS di Indonesia tidak lepas dari instruksi sejumlah pimpinan sayap ISIS asal Indonesia yang berada di Suriah. Selain itu, perintah yang dikeluarkan Aman dari balik penjara dan ratusan warga Indonesia yang telah kembali dari Suriah juga memperbesar ancaman di Tanah Air. Kelompok teroris akan terus terus muncul meskipun telah dicegah dengan penangkapan. Karena itu, jalur pemberian instruksi itu harus diputus.

Terkait hal ini, perlu ada penguatan dasar hukum melalui revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Melalui aturan hukum baru itu, Polri ingin agar berbagai upaya persiapan awal aksi teror, seperti pelatihan, bisa diproses hukum. Penegakan hukum juga diperlukan kepada sejumlah warga Indonesia yang pulang atau dideportasi dari luar negeri karena hendak bergabung dengan kelompok teroris. Polri harus siap memperkuat sinergi dengan Tentara Nasional Indonesia. Peran TNI diperlukan dalam situasi tertentu, misalnya peristiwa di Poso, Sulawesi Tengah, atau dalam peristiwa pembajakan di udara dan laut. Andai RUU Antiterorisme telah disahkan, Polri bersedia menyesuaikan Tim Densus 88 Antiteror dengan berbagai prosedur operasional standar baru di lapangan. Terkait perkembangan RUU Antiterorisme di DPR, Pansus DPR masih membahas sejumlah poin di RUU itu, salah satunya terkait pelibatan TNI. Pembahasan RUU itu sebaiknya akan selesai pada Juli.

Berbagai peristiwa di belahan dunia lain bisa menjadi pelajaran bahwa kelompok teroris, seperti ISIS, tidak akan sesuai bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Michael Weiss dan Hassan Hassan dalam buku ISIS: The Inside Story (2015) mengungkapkan bagaimana ISIS mengubah kota Al-Bab di Suriah yang merupakan kota pertama yang berhasil mereka kuasai pada akhir 2014. Weiss dan Hassan menggambarkan, pertama-tama ISIS melayani administratif sipil dengan ramah untuk menggantikan peran pemerintahan resmi Suriah, bahkan memperbaiki jalan dan gedung sekolah hingga menanam bunga di alun-alun kota. Namun, seiring berjalannya waktu, ISIS memberlakukan hukum ”syariah”. Melalui aturan itu, perempuan dilarang beraktivitas di luar rumah, anak-anak dilarang ke sekolah umum, perempuan harus menggunakan pakaian khusus, bahkan ISIS melarang warga kota menikmati waktu bersantai di kafe untuk sekadar mengisap shisha. ”Bagi yang melanggar aturan, hukumannya potong tangan hingga penyembelihan kepala di tempat umum,” tulis keduanya. 

Gambaran serupa juga ditulis James Verini dalam artikel berjudul ”Surviving the Fall of ISIS” di majalah National Geographic edisi April 2017. ISIS tidak segan membuat mural tentang eksekusi warga kota Mosul, Irak, yang melanggar hukum mereka. Hingga kini sekitar 29 negara telah menjadi sasaran aksi teror ISIS, termasuk Indonesia, dan menewaskan nyaris 3.000 orang. Oleh karena itu, pilihan ada di tangan bangsa Indonesia. Apakah ingin bersatu menutup ruang gerak terorisme atau menafikan ancaman terorisme sehingga kedamaian di bumi ibu pertiwi ini diambil? Terorisme yang menghalalkan pembunuhan tidak akan memenangkan apa pun, kecuali memberi penderitaan panjang.

Karena itu hargailah usaha dan upaya Polri menangkapi orang-orang yang terduga bagian dari ISIS, karena mencegah selalu lebih baik sebelum segalanya menjadi terlambat. Seharusnya kita bersatupadu dan saling bahu membahu memberantas terorisme, bukan ribut dan saling fitnah sesama anak bangsa. Dan jangan anggap remeh bom panci. Bom yang dibuat menggunakan pressure cooker ini telah terbukti banyak merenggut nyawa, karena bahan-bahannya bisa diakses dengan mudah dan tutorialnya sempat beredar di Youtube. Bom racikan sederhana namun mematikan ini mulai banyak diminati teroris, dimulai dari peristiwa Boston Marathon tahun 2013 sehingga bom yang menewaskan 5 orang di Kampung Melayu baru-baru ini.

Ketika teror sudah menyebar, korbannya bisa siapa saja, tak peduli apapun agamanya. Siapkah kita perang saudara dan menjadi seperti Suriah kedua?

Dari berbagai sumber.

Follow by Email