29 Mei 2007

thumbnail

The Broker


Baru-baru ini saya membaca The Broker tulisan John Grisham. Ceritanya sangat menarik. 4 mahasiswa Pakistan dengan bermodalkan telepon satelit dan akses internet T1 secara tidak sengaja menemukan rangkaian satelit misterius yang terdiri dari 9 buah satelit. Fungsi satelit tersebut adalah menampilkan citra permukaan bumi dengan kemampuan closeup yang berresolusi tinggi. Singkatnya, itu adalah rangkaian satelit mata-mata. Keempat mahasiswa tersebut berhasil membuat perangkat lunak yang mampu meng -override controlnya, sehingga mereka bisa mengendalikan satelit tersebut untuk memotret daerah manapun yang mereka sukai, sementara negara pemilik asli sistem satelit tersebut kehilangan kontrol atas satelit-satelit mereka.

Ini adalah impian bagi negara-negara yang haus akan sistem persenjataan terbaru. Siapapun yang memiliki sistem ini akan mampu misalnya melongok George Bush sedang lari pagi di area Gedung Putih, melihat Angelina Jolie berjemur di pantai ataupun yang lebih serius lagi: Korea Selatan akan senang jika bisa tahu dengan tepat kapan brigade tank Korea Utara berpindah tempat, atau Saudi Arabia akan bisa melihat posisi terakhir pasukan Israel di perbatasan Lebanon, dan mungkin suatu saat Osama Bin Laden mendongak ke atas, dan kebetulan satelit itu berhasil memotretnya, wow Amerika akan kebakaran jenggot.

Perangkat lunak yang kemudian disebut JAM itu kemudian ditawarkan kepada broker terkenal di Washington DC, untuk dijual kepada pihak yang membayar paling tinggi, dalam hal ini ternyata Saudi Arabia. Sebelum sistem tersebut berpindahtangan, keempat mahasiswa tersebut dibunuh oleh dinas intelijen Cina.

Plotnya bagus, tapi saya kecewa dengan endingnya yang terlalu ringan, padahal kita melewati bagian awal dan tengah yang berbobot dan padat. Masih lebih bagus ending buku sebelumnya, The Last Juror.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Follow by Email