05 Juni 2007

thumbnail

Lugu Ligu


Tiba-tiba saya teringat dengan permainan masa kecil. Bagi yang mengalami masa kecil era 70-an dan 80-an di Tembilahan, Indragiri Hilir, Riau, pasti ingat dengan permainan yang bernama lugu atau ligu. Ligu terbuat dari tempurung kelapa (pohon kelapa banyak tumbuh di daerah ini) yang dibentuk menjadi semacam perisai atau segitiga kecil, atau berbentuk hati, dengan ukuran kira-kira sebesar telapak tangan anak kecil. Lugu-lugu itu dijejerkan sebaris di tanah, kemudian ditembak dengan lugu lain, dengan cara diungkit menggunakan tongkat kecil. Anak-anakpun berkreasi dengan lugu masing-masing. Ada yang diberi warna, ada yang dibentuk macam-macam, ada yang diasapi biar lebih kuat dan tampilannya bagus, lalu sambil tebak-tebak buah manggis, lugu itu dipamerkan sebelum permainan dimulai.

Wah, jaman dulu mau having fun tidak perlu susah-susah ngeluarkan biaya besar. Cukup dengan permainan yang bahannya kreasi sendiri dan anak-anak kecil satu gang bisa ngumpul, bergaul dan bersosialisasi . Makanya anak-anak dulu lebih kreatif. Kalo sekarang semuanya terpaku di depan layar teve, main PS. Semuanya tinggal beli, kalo dulu mobil-mobilan cukup puas bikin sendiri dari kayu, sekarang semuanya harus beli (battery's not included). Kreatifitas pun jadi mandek dan semuanya jadi pemalas.

If I just can turn back time.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Follow by Email