30 Oktober 2007

thumbnail

Cinemags Celebration of 100th Edition

Bulan ini majalah entertainment CINEMAGS menerbitkan edisi ke 100, setelah lebih kurang 7 tahun berkiprah sebagai media entertainment khususnya film. Yang mengesankan adalah berlimpahnya bonus yang disediakan untuk merayakan angka keramat 100 ini. Dengan harga Rp76,000 (untuk luar Pulau Jawa), selain mendapatkan majalah edisi ke 100 yang tebalnya 200 halaman full color yang membahas film SAW IV, Hitman dan American Gangster, kita juga mendapatkan buku saku quiz trivia mengenai film, 1 buah jam weker manis, 1 buah notepad cantik, beberapa buah poster, dan yang paling menarik adalah suplemen 100 Influential Movies Beyond Times.

Dalam suplemen khusus ini, redaksi Cinemags menyusun ranking 100 film yang paling berpengaruh sepanjang masa (setidaknya hingga saat suplemen ini terbit). Tentu saja kalau kita bicara mengenai film dan sejarahnya, film-film yang berpengaruh dan menggebrak seperti film-film Star Wars, Apocalypse Now, Ben Hur, Gone With The Wind selalu disebutkan, tak terkecuali dalam suplemen kali ini. Yang bikin saya senang dan merasa seide dengan Cinemags adalah film favorit saya trilogi The Godfather menduduki ranking nomor 1. Meskipun menurut saya pribadi film The Godfather Part II adalah yang terbaik di antara ketiganya.

Well, congratulation Cinemags on your 100th edition.

23 Oktober 2007

thumbnail

Barelang Bridge

Terjebak macet di ketinggian puluhan meter di atas laut, dengan ribuan kendaraan dan orang pada kedua jalur jembatan I (Tengku Fisabilillah) Barelang (Batam Rempang Galang), saya teringat tragedi runtuhnya jembatan di Amerika beberapa waktu yang lalu. Seberapa kuatkah struktur unik jembatan ini, yang merupakan sistem yang menghubungkan 7 pulau, mulai dari Pulau Batam hingga Pulau Galang, bekas tempat tinggalnya manusia-manusia perahu dari Vietnam. Yang bikin cemas berkurang adalah breath-taking view di sekitar jembatan, dengan laut biru tua dan pulau-pulau kecil yang nampak di kejauhan. Rencananya mau mampir ke Pulau Galang, tapi berhubung waktu mepet dan hujan deras, kita cuma sampai ke pulau yang ke lima dan menikmati kepiting, gonggong dan kerapu steam di salah satu restoran kelong yang menjorok ke laut.

Yang sangat disayangkan adalah banyaknya kendaraan parkir di atas jembatan, dan orang-orang yang berjualan. Bayangkan berapa ribu ton jadinya berat yang harus ditanggung jembatan kabel raksasa ini. Selain orang-orang berjualan dan parkir sembarangan merusak pemandangan, mereka juga bikin macet. Ribuan kendaraan praktis tidak bergerak.

Untunglah keadaan ini hanya terjadi pada waktu hari libur besar saja, jadi tidak setiap hari struktur ini menderita. Untunglah Pantai Melur masih bersih dan sangat nyaman, sehingga banyak juga orang yang tidak cukup norak untuk duduk-duduk di jembatan (mau bunuh diri?) dan cukup smart untuk mampir ke pantai ini, dengan pantai pasirnya yang luas dan airnya yang biru.

08 Oktober 2007

Follow by Email