12 Februari 2008

thumbnail

Iklan Pond's

Pernah dengar ada laki-laki yang keberatan dengan iklan-iklan produk kecantikan Pond's, terutama iklan berseri Pond's Flawless White? Iklan dengan kisah 'romantis' tentang perjuangan seorang wanita untuk memuluskan wajahnya demi mendapatkan mantan kekasihnya ini merupakan kampanye regional Pond's Asia Pacific. Sah-sah aja pihak Pond's menggunakan tema apapun sebagai materi iklannya, tapi dari pembicaraan ringan sesama pria, iklan Pond's ini sedikit banyak dinilai rasialis, dan menyerang makhluk yang berjenis kelamin laki-laki (maksudnya laki-laki di sini adalah laki-laki sejati, bukan laki-laki jadi-jadian yang kepengen dandan seperti wanita, atau laki-laki yang tidak tertarik kepada wanita).

Nah kenapa rasialis? Iklan ini membentuk opini perempuan, agar mendewakan kulit yang putih. Bahwa kulit putih itu cantik dan kulit yang tidak putih = tidak cantik. Dan kenapa menyerang kaum laki-laki?

Dalam setiap iklan Pond's, laki-laki digambarkan tidak punya kasih sayang, kecuali kalo kekasih atau istrinya berwajah mulus dan putih. Laki-laki digambarkan secara stereotype akan menjauh dari wanita (bahkan istrinya sendiri) jika wajah istrinya tidak bersih, dan akan kembali mendekat jika wajah istrinya semulus porselen. Jadi secara tidak langsung laki-laki digambarkan tidak punya hati, makhluk predator yang hanya menilai kaum Hawa secara fisik, katakanlah, tidak tertarik karena kepribadian, kecerdasan dan kelembutan kaum wanita, melulu hanya penampilan luar. Setidaknya dengan iklan ini, para wanita diarahkan agar opininya terhadap laki-laki menjadi salah arah.

Pada saat saya berbicara begitu dengan rekan saya yang berjenis kelamin wanita (dan dia adalah wanita sejati, bukan lesbian), dia menjawab bahwa omongan sayalah yang menyinggung perasaannya. Bahwa saya yang salah, karena telah menganggap wanita adalah makhluk bodoh yang gampang termakan oleh iklan. Itu kan hanya produk kecantikan, toh juga ada iklan-iklan produk untuk laki-laki. Apa itu berarti wanita juga menilai laki-laki melulu secara fisik? Padahal banyak lho wanita yang suka pada laki-laki yang humoris, cerdas, walaupun kulitnya hitam dan tubuhnya gendut.

"Itu kan hanya iklan, Fer." demikian kata rekan saya menutup perdebatan.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Follow by Email