30 Maret 2008

thumbnail

Six Degrees Of Separation

Six degrees of separation (enam derajat pemisahan) adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa sembarang dua orang di dunia ini dapat dihubungkan satu sama lain melalui (rata-rata) 6 pihak. Dengan kata lain, setiap orang di dunia ini terhubung dengan orang lainnya tanpa adanya jarak fisik. Misalkan Anda ingin menghubungkan diri Anda dengan Arnold Schwarzenegger, maka menurut teori ini, antara Anda dan Schwarzenegger terpisah hanya oleh (rata-rata) 6 orang.

Teori ini pertama kali diperkenalkan oleh Stanley Milgram, psikolog sosial dari Harvard pada tahun 1967. Teori ini berkaitan dengan fenomena Dunia Kecil. Satu contoh menarik berasal dari pengalaman ketika kita bertemu dengan orang yang tidak kita kenal. Setelah berkenalan dan berbincang-bincang beberapa saat, terkadang kita menemukan bahwa kita dengan orang yang baru kita kenal tersebut ternyata sama-sama mengenal seorang teman yang sama. Selanjutnya kita biasanya mengatakan, "...memang dunia ini kecil." Pengalaman ini membawa kita kepada apa yang disebut sebagai fenomena dunia kecil (small world phenomenon). Milgram kemudian melakukan percobaan yang ternyata berhasil menentukan bahwa rata-rata dibutuhkan 6 langkah/pihak untuk menghubungkan siapa saja di dunia ini.

Six Degrees of Separation kemudian menjadi budaya pop, pada tahun 90-an teater Broadway menampilkan pertunjukan dengan judul yang sama. Inilah yang kemudian menjadi film, yang dibintangi oleh Will Smith, Ian McKellen, dan Stockard Channing yang beredar tahun 1993 dengan menggunakan juga judul Six Degrees of Separation.

Untuk membuktikan teori ini, kita bisa mencoba menghubungkan aktris Dian Sastro Wardoyo dengan aktris Amerika peraih 2 Oscar, Jodie Foster. Di dalam industri film, kita bisa berasumsi bahwa jika aktris A dan aktris B bermain dalam film yang sama, keduanya saling mengenal, kecuali figuran. Nah Dian Sastro bermain bersama Frans Tumbuan dalam Ada apa dengan Cinta, Frans Tumbuan bermain dengan Martin Kove di film Without Mercy, Martin Kove pernah bermain bersama Charles Napier di Extreme Honor, dan Charles Napier bermain bersama Jodie Foster dalam film Silence of the Lambs. Jadi pada jaringan bintang film dunia, jarak antara Dian Sastro dan Jodie Foster adalah empat dari rata-rata enam tadi, ini jarak yang sangat dekat jika dibanding dengan ratusan ribu bintang film yang ada di antara kedua negara asal aktris-aktris tersebut.

Pembuktian dari teori Six Degrees of Separation ini juga telah pernah ditayangkan oleh Metro TV beberapa hari yang lalu, melalui tayangan dokumenter semi reality show berjudul sama. Teori ini juga dicoba-buktikan dengan aktor Kevin Bacon yang mengklaim bahwa ia telah pernah bekerja dengan semua orang di Hollywood sepanjang karirnya. Dari klaim inilah muncul permainan trivia yang bernama Six Degrees Of Kevin Bacon atau The Kevin Bacon Game. Permainan ini diikuti beberapa mahasiswa dari berbagai kampus dan college di Amerika. Inti permainannya adalah mencari hubungan semua aktor Hollywood dengan Kevin Bacon. Tahun 2007, Kevin Bacon mendirikan lembaga yang bernama Sixdegrees.org . Semua orang bisa mengikuti permainan ini untuk membuktikan teori Six Degrees of Separation melalui situs www.thekevinbacongame.com dan www.sixdegrees.org .

Jadi, siapapun di dunia ini bisa mengklaim bahwa dia bisa terhubung dengan saya, melalui (rata-rata) 6 pihak.

23 Maret 2008

thumbnail

K!cking It With Andy

Beberapa hari yang lalu talkshow berbobot K!ck Andy merayakan harijadinya yang ke dua. Walaupun 'baru' berusia 2 tahun, K!ck Andy telah mempengaruhi dan merubah hidup ribuan orang Indonesia, baik tokoh terkenal, semi terkenal maupun rakyat jelata, termasuk saya. Acara yang diembahi Andy F Noya ini sangat memberi inspirasi dan membuat beberapa orang melakukan perubahan besar. Karena itulah, tema ulangtahunnya disebut K!ck Andy's Effect.

Sebutlah misalnya seorang Herry, yang setiap Rabu malam menempuh 40 km dengan sepeda motornya, agar bisa menonton Kick Andy di pusat kota Pare-Pare. Juga misalnya, ketika buku Andrea Hirata, Laskar Pelangi dibahas di Kick Andy, terungkap betapa beberapa orang berubah jalan hidupnya setelah membaca buku itu.

Metro TV harus terus memperjuangkan agar K!ck Andy tetap eksis walaupun apa yang terjadi, terlepas dengan adanya kabar konflik internal yang terjadi di Metro TV. Acara yang sangat adil dan berkualitas, karena pembicaranya tidak hanya tokoh terkenal semisal mantan presiden, tapi juga rakyat biasa yang tertatih-tatih menapaki kehidupan sehari-hari. Istri saya selalu berlinang air mata dan terharu ketika menonton K!ck Andy, momen pada saat menonton K!ck Andy merupakan momen perenungan sekali dalam seminggu, dan membuat kita melihat kehidupan dengan cara berbeda, dan tentu saja, kita lebih meghargai hidup, hidup orang lain, dan hidup kita sendiri.

Walaupun sampai saat ini saya belum juga berhasil mendapatkan buku gratisnya, K!ck Andy tetaplah the best television program di Indonesia.

17 Maret 2008

thumbnail

Basmi Pemerintah!

Sudah sejak dulu mestinya istilah "Pemerintah" yang merujuk pada sebuah administrasi kepemimpinan suatu wilayah dihapuskan. Kata pemerintah berasal dari kata dasar perintah, dengan demikian pemerintah artinya adalah orang yang memerintah, atau subyek yang tugasnya memberi perintah. Sementara tugas sebenarnya bukanlah memerintah, tetapi mengatur, atau menata, atau membina.

Kata govern sendiri memiliki pengertian mengatur atau membina, bukan memerintah. Tetapi beberapa kamus memang menyesuaikan pengertian rancu tadi sehingga sering "to govern" diartikan sebagai "memerintah".
Kata government secara etimologis berasal dari bahasa Latin gubernatio, yang diambil dari bahasa Yunani Kuno κυβερνισμός, κυβέρνησις (kybernismos, kybernesis) yang artinya dalam bahasa Inggris adalah guide (memandu). Jadi bukan memerintah.

Di negara demokrasi yang sudah melewati tahapan reformasi seperti Indonesia, istilah pemerintah sungguh tidak layak digunakan, karena para pemimpin baik pusat maupun daerah, adalah hasil pilihan rakyat. Jadi adalah konyol jika rakyat memilih pemimpin, untuk kemudian diperintah sebagai hamba bagi pemimpin, bukankah dalam konsep demokrasi, pemimpin itu adalah hamba rakyat, karena dipilih dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Jadi, sebaiknya kata Pemerintah tidak lagi digunakan, karena menggambarkan suatu kelompok atau individu yang berkuasa secara dominan terhadap rakyatnya. Penggunaan kata pemerintah menggambarkan konsep majikan vs hamba (master vs slave). Asal mula penggunaannya tentu saja merujuk pada kalimat Pemerintah Kolonial Hindia Belanda, yang memang waktu itu konsepnya adalah majikan-hamba, atau konsep monarki yang menyatakan bahwa raja, sultan, atau ratu adalah keturunan dewa sehingga memiliki darah ningrat.

Jadi penggunaan kata pemerintah selain tidak cocok dengan asal katanya, tidak cocok dengan konsep demokrasi, sangat berbau feodal (aduh, Indonesia kan bukan negara feodal, eh apa iya?), sangat berbau kolonial, dan cenderung menegaskan anggapan negara tetangga (yang sombong itu), bahwa Indonesia adalah bangsa kuli. Lagipula, biar para pemimpin kita tidak makin kurang ajar dan suka menyusahkan rakyatnya.


Jadi, mau diganti dengan istilah apa? Bisa saja administrator, bisa saja pemimpin, bisa saja pembina. Jadi untuk Pemda dan Pemko, Pem nya masih tetap bisa digunakan, tetapi kepanjangannya adalah Pembina, bukan Pemerintah lagi. Atau ada usul lain?


Membasmi istilah Pemerintah dan menggantinya dengan istilah lain memang pekerjaan besar, tetapi bukan pekerjaan mustahil. Perombakan istilah harus dilakukan mulai tingkat pusat hingga rt dan rw. Mulai dari presiden, wakil presiden, sekretaris negara, mentri, walikota, bupati, camat, pak lurah, kepala desa, kepala sekolah, guru sekolah, pedagang, pengusaha, petani, hingga anak SD bahkan TK.

Artikel Terkait: Legend Of Chaos Country | Colateral Damage | 17 Agustus

14 Maret 2008

thumbnail

Danielle: Jesus Tidak Ada

Kalau berhasil dirilis pada tahun 2008 ini, boleh jadi inilah film yang paling kontroversial tahun ini. Brian Flemming membuat sebuah film dengan plot yang menceritakan seorang gadis remaja menemukan bukti bahwa Yesus tidak pernah ada. Selama ini Yesus yang dianggap sebagai tuhan oleh umat Kristiani ternyata hanyalah tokoh fiktif yang keberadaannya tidak terbukti.

Film yang berjudul Danielle ini tadinya adalah sebuah film yang akan dirilis pada tanggal 6 bulan 6 tahun 2006 yang lalu (666), dengan judul awal The Beast. Film ini gagal dirilis pada tanggal dimaksud, dan dilanjutkan proses pembuatannya dengan judul Danielle. Plotnya menceritakan seorang gadis remaja yang menyelidiki kasus lenyapnya ayah si gadis, dan terbentur dengan rahasia yang selama ini berhasil ditutupi secara konspiratif: Yesus tidak pernah ada. (http://www.thebeastmovie.com).

Sinopsis lengkapnya tentu saja masih dirahasiakan, untuk mencegah kelompok Kristen fundamental memboikot film ini. Tapi data film ini telah dicantumkan di situs database film (Internet Movie Data Base/IMDB) di http://www.imdb.com/title/tt0433338/ .

06 Maret 2008

thumbnail

Da Vinci Code (free eBook): Reposted

Gereja Katolik yang berpusat di Vatikan selama ini berkonspirasi menutupi kebenaran, untuk mempertahankan kekuasaan sebagai pemimpin umat Katolik di seluruh dunia. Dalam usaha menutupi kebenaran itu, bahkan dihalalkan pembunuhan dan pembasmian terhadap orang-orang tak berdosa.

Kebenaran yang selama ini ditutupi antara lain adalah fakta yang menyatakan bahwa Jesus (Nabi Isa) telah menikah dengan Maria Magdalena, dan adanya garis keturunan Isa dan Maria Magdalena yang selama beberapa abad dikejar-kejar oleh penguasa Vatikan agar kemapanan Gereja Katolik tetap terjaga. Yang selama ini disebut-sebut sebagai cawan suci adalah metafora dari tubuh Maria Magdalena, yang dikalangan umat Katolik dianggap sebagai pelacur yang diangkat derajatnya oleh Yesus.

Hal-hal inilah yang bisa mengancam runtuhnya pondasi Katolik, yang selama ini menganggap Yesus adalah tuhan. Adalah sebuah persaudaraan kuno yang bernama Priory of Sion yang selama ini melindungi keberadaan cawan suci. Cawan suci dianggap umat Katolik sebagai (benar-benar) cawan, yang diminum oleh Yesus dan murid-muridnya dalam Perjamuan Terakhir.

Leonardo Da Vinci, maestro jaman Renaisans yang punya selera humor yang menggelitik, melukis adegan Perjamuan Terakhir dengan gambaran yang kontradiktif, tidak ada satu cawanpun di meja tempat perjamuan terkahir tersebut diadakan.

Hal-hal kontroversial seperti itulah yang membuat Da Vinci Code, sebuah novel karya Dan Brown menjadi best seller yang hangat dibicarakan, dipuji sekaligus dicaci. Memadukan riset sejarah dan fiksi, Dan Brown memperkenalkan tokoh Robert Langdon, seorang ahli simbologi agama lulusan Harvard, yang bersama Sophie Neveu, berusaha memecahkan kode-kode rahasia dan memecahkan rahasia Cawan Suci. Di Indonesia, novel kontroversial yang menyerang sendi-sendi ajaran Katolik ini diterbitkan oleh Serambi, dengan harga Rp.119,900,- untuk edisi hard cover. (Novel ini kemudian difilmkan oleh sutradara Ron Howard dengan aktor Tom Hanks, Audrey Tatou dan Ian McKellen).

Bagi yang tidak sempat membeli bukunya, di sini bisa didownload edisi ebooknya (bahasa Indonesia) secara gratis.

Download Da Vinci Code (edisi bahasa Indonesia)

Posted previously on June, 12 2005

Artikel Terkait: Hypnerotomachia Poliphili | The Broker | eBook

01 Maret 2008

thumbnail

Jambul

Rekan saya sedang tergila-gila dengan jambul. Ia mengklaim bahwa jambulnya menimbulkan rasa percaya diri yang besar. Jambulnya memang lumayan keren, tidak terlalu signifikan seperti jambul Jimmy Neutron, tidak lepek seperti jambul Superman yang selalu 'dikondisikan' berbentuk huruf S itu, tidak mirip dengan jambul Jusuf Kalla (memang beliau tidak punya jambul kok, atau mungkin pernah punya, tapi sudah dialokasikan untuk kumisnya yang tidak seberapa itu). Jambul rekan saya ini lebih mirip punya Elvis Presley, dan memang sangat cocok dengan bagian dahinya yang lebar.

Demikianlah, rekan saya itu menjadi sedikit narsis. Hari-harinya dimulai dengan menata jambulnya, dan beberapa menit dihabiskan untuk mematut-matut jambulnya di depan cermin. Sering ia bergumam, 'siapa sih cowok keren di dalam cermin itu'? Para gadis mulai melirik padanya. Ia makin percaya diri di hadapan manusia lain. Dia pun bersyukur. Sebagai tanda syukurnya, ia mulai sholat lagi, selama ini sholatnya tambal sulam, kadang ingat kadang tidak, tapi lebih banyak lupa daripada ingat.

Masalah timbul. Ia malas pakai kopiah atau topi. Kopiah membuat jambulnya tertekan, dan jambulnya jadi kelihatan pendek dan tidak mencolok. Jadi ia sholat tanpa memakai kopiah. Sewaktu ruku', jambulnya jatuh lurus ke bawah dan mengganggu konsentrasi, maka iapun mengangkat tangannya dan menepis jambulnya ke samping. Hal ini terjadi berulang-ulang. Karena jambulnya jatuh melulu, banyak gerakan tubuh yang dilakukannya yang tidak terdapat dalam rukun sholat mazhab manapun. Gerakan-gerakan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan ibadah.

Sehari-hari, kita selalu dihadapkan dengan 'jambul'. Jambul itu bisa berbentuk siaran langsung sepakbola di tengah azan maghrib, bisa juga berupa kerjaan yang menumpuk yang membuat kita lupa beribadah. Hal-hal duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan, itulah jambul itu. Sebenarnya yang salah bukan jambulnya, manusianya lah yang salah. Harus ada semacam manajemen jambul, hingga jambul bisa diatur agar jangan sampai menjauhkan diri kita dari ibadah.

Rekan saya sebenarnya bisa saja memanage jambulnya tersebut dengan cara memakai kopiah. Mungkin kegantengannya berkurang sekian persen, tapi ibadahnya akan lebih sempurna. Dan dalam ibadah, bukanlah manusia yang dihadapi, bukan gadis-gadis, tapi Allah Sang Maha Pencipta.

Artikel Terkait : Iklan Pond's | Membunuh Itu Gampang | RusliZainal dan Rainbow Warrior | Ompong: A Story Of Abang Becak | Negeri Hantu | Collateral Damage

Follow by Email