28 Oktober 2008

thumbnail

Dracula

Satu hal yang menyenangkan di akhir Oktober adalah, bos Arie Siregar, pemilik dua stasiun radio fm, membelikan sebuah buku tebal edisi hard cover yang berjudul The Historian, karya Elizabeth Kostova. Buku dengan desain mewah dan pembatas buku yang unik setebal 768 halaman ini diterbitkan oleh Gramedia. Isinya tak lain dan tak bukan adalah tentang Dracula, yang berkat film-film Hollywood kita kenal sebagai sosok vampire penghisap darah. Kita jadi membayangkan Gary Oldman dalam Dracula, atau Tom Cruise, Brad Pitt dan Antonio Banderas dalam Interview With The Vampire, atau Christopher Lee dan Bela Lugosi dalam film-film drakula klasik, dengan gigi taring mencuat, mata yang memancarkan kekejian dan jubah dengan kerah yang tinggi. Kemudian muncul mitos mengenai bawang putih, senjata tajam yang harus terbuat dari perak murni, dan keyakinan tentang siapapun yang digigit oleh Dracula akan berubah menjadi vampire juga.

Banyak yang tidak tahu bahwa sosok Dracula yang kita kenal melalui film-film sekarang, berasal dari imajinasi penulis novel Inggris yang bernama Bram Stoker. Bram Stoker mendasarkan karakter Dracula dari sosok penguasa Transylvania (sekarang Rumania) dari abad pertengahan yang bernama Vlad Tepes, atau lebih dikenal dengan julukan Vlad The Impaler, sosok yang sangat dibenci oleh tidak saja oleh rakyatnya sendiri, maupun musuhnya, orang-orang Turki dari kekaisaran Ottoman. Vlad berasal dari keluarga dengan ordo klan Dracul, yang artinya naga, sehingga namanya sering disebut sebagai Vlad Draculea (draculea = anak dari klan naga). Dari sinilah istilah Dracula berasal.

Begitu banyaknya tulisan dan film tentang Dracula, tidak menyurutkan Elizabeth Kostova untuk melakukan riset sejarah mengenai Dracula, dan kemudian menuangkan hasil risetnya tersebut ke dalam sebuah novel sejarah yang berjudul The Historian. Berbeda dengan Darcula-Bram Stoker, Kostova lebih memberikan nuansa sejarah pada novelnya ini, sehingga pembaca tak hanya disuguhkan oleh ketegangan dan kengerian semata, melainkan pembaca juga diajak menyelusuri siapa sebenarnya dibalik sosok Dracula berdasarkan fakta sejarah yang diperoleh Kostova dari risetnya selama 10 tahun! Tidak seperti novel-novel horor lainnya yang biasanya sarat dengan dendam, darah, amarah, tubuh yang tercabik-cabik, sosok hantu yang menjijikkan, dan lain-lain, The Historian menyajikan nuansa yang berbeda. Walau yang menjadi tema utama adalah pencarian sosok Dracula yang menyeramkan, namun tak ada ketakutan yang berlebihan ketika kita membacanya.

Selain itu aroma sejarah juga tercium dengan tajam pada novel ini. Dengan deskripsi sejarah yang diurai secara kronologis dan menarik sehingga tak membosankan Kostova mengajak pembacanya bertamasya ke masa lalu di abad ke 15 dimana Dracula pernah hidup dan berjuang melawan serangan tentara Turki dibawah pemerintahan Sultan Mehmed II. Pembaca juga akan diajak berkelana ke tempat-tempat eksotis seperti Oxford, Istanbul, Rumania, Bulgaria untuk menelusuri buku-buku kuno, mansukrip-manuskrip bersejarah, kisah para santo, puisi kuno, legenda dan lagu-lagu rakyat yang berkaitan dengan Dracula.

Hal menyenangkan lain di akhir bulan ini adalah berita tentang turunnya harga minyak dunia, dan terus turun, semoga harga BBM di dalam negeri akan ikut turun, jika tidak, penguasa dan pengusaha Indonesia curang dong. Dan bulan depan, awal Nopember, film James Bond ke-22, sequel langsung dari Casino Royale, yang berjudul Quantum Of Solace, akan diluncurkan. Tepatnya tanggal 11. Whew!

Baca Juga : Negara Para Banci | Hypnerotomachia Poliphili | Serendipity | The Broker | Six Degrees Of Separation | Ada Apa Dengan Kentut?

Follow by Email