30 April 2009

thumbnail

Ada Apa Dengan Kentut

Marilah kita bahas mengenai kentut. Kenapa tidak? Toh kentut merupakan realitas kehidupan sehari-hari, dilakukan oleh siapapun. Tidak ada orang hidup di dunia ini yang tidak kentut, secantik atau seganteng apapun. Tom Cruise pasti kentut, Sandra Dewi pun kentut, SBY pasti kentut, George Bush kentut, apalagi Tukul Arawana. Kentut itu merupakan fenomena manusia sehari-hari. Di film-film pun adegan kentut, bunyi kentut, atau adegan yang mengisyaratkan adanya kentut tidak tabu ditayangkan. Cobalah nonton film plesetan yang dibintangi Charlie Sheen, yang berjudul Hot Shot: Part Deux, di situ ada adegan presiden Amerika yang kentut di dalam air sehingga tentara Saddam Hussein di atasnya pun berjatuhan dengan sukses dari kapal.

Sebenarnya banyak hal yang ingin kita ketahui tentang kentut, seperti: darimana asalnya, mengapa bau, adakah perbedaan jumlah kentut pria dengan wanita, rata-rata sehari orang (hidup) mengeluarkan kentut berapa banyak, secara kimia apa saja komponen dalam gas kentut tersebut, adakah korelasi antara makanan yang kita makan dengan kentut yang dikeluarkan? Ada berapa banyak jenis kentut? Apa akibatnya kalau kentut ditahan, dan sebagainya.

Kentut berasal dari gas di dalam usus, yang tadinya berasal dari udara yang kita telan, atau dari gas yang menerobos ke usus dari darah, atau gas yang dikeluarkan oleh bakteri dalam perut. Komposisi kentut bervariasi, tergantung dari banyaknya udara yang kita telan, jenis bakteri tadi, dan gas yang menerobos dari darah. Secara umum, gas kentut bisa mengandung nitrogen, (oksigen yang kita hirup langsung terserap oleh tubuh), karbondioksida, metana, hidrogen sulfida, dan sulfur!! Jadi kentut juga ternyata mengandung belerang. Senyawa hidrogen sulfida dan merkaptan dalam kentut mengandung sulfur, yang menyebabkan kentut tidak pernah harum baunya. Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan, makin banyak sulfida dan merkaptan yang diproduksi bakteri perut, makin busuklah bau kentut. Telur dan daging juga punya peran besar dalam memproduksi bau busuknya kentut. Sementara kacang-kacangan punya andil dalam memperbesar jumlahnya. Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna oleh tubuh, yaitu raffinose, stachiose, verbascose, yang jika mencapai usus akan membuat bakteri-bekateri di dalam usus berpesta pora sehingga menimbulkan banyak gas.

Selain udara yang kita telan, penyebab kentut yang lain adalah makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut). Lalu, saat kentut diproduksi, daerah sekitar lubang anus bervibrasi, sehingga kentut menimbulkan bunyi. Kecepatan gas yang lewat di anus berpengaruh pada kerasnya bunyi kentut. Jadi, bunyi kentut memang susah diatur, apalagi diprediksi. Makanya harap jangan ada yang bermimpi menciptakan bunyi kentut yang merdu bagai buluh perindu. Lucianno Pavarotti sekalipun takkan sanggup.

Rata-rata setiap harinya manusia memproduksi setengah liter kentut. Jumlah ini secara rata-rata juga didistribusikan dalam 14 kali kentut. Gas kentut selalu dari usus melalui anus, jadi tidak pernah ke atas, karena gerak peristaltik usus yang selalu mendorong ke bawah. Jumlah kentut juga tidak ada kaitannya dengan gender. Laki-laki dan perempuan sama banyak kentutnya. Kemungkinan perempuan lebih sering menahan kentut, deposit kentut yang tertahan ini toh akan keluar juga di lain waktu dan kesempatan, karena gas tersebut tidak akan hilang karena ditahan, tidak diserap oleh tubuh, bukan hilang karena bocor, jadi kentut tersebut hanya mengalami penundaan. Bisakah kentut terbakar? Bisa, karena mengandung metana dan hidrogen. Tapi kita tidak bisa menyalakan korek api dengan kentut. Kalau mau mengada-ada, silakan kentuti korek api.

Ada beberapa jenis kentut, yaitu Morning Thunder (dahsyat namanya), yaitu kentut pagi hari waktu kita pergi ke toilet; dan ada juga jenis Silent But Deadly, yaitu pada saat kita kentut tanpa suara, tapi baunya mematikan. Inilah jenis kentut yang kurang ajar, sering terjadi di bus kota atau angkutan umum lain. Eksekutif muda yang lagi stress bisa memproduksi Silent But Deadly pada saat rapat dengan bosnya, atau pada saat seru-serunya nonton film The Dark Knight di cinepleks, kalau ada penonton yang protes ada bau kentut, mungkin kita bisa menuding Joker dengan cueknya. Kelebihan lain kentut jenis ini adalah bisa memprovokasi sejumlah orang untuk saling tuduh dan curiga.

Apakah kentut berwarna? Tidak dong, kalau berwarna jadi belang-belontenglah cd kita. Secara kimia, kentut itu termasuk acid, basa ataukah netral? Tentu saja acid, karena mengandung karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S).

Sebagai penutup, kalau mau bebas kentut sepuasnya sebaiknya terbang ke planet Venus saja. Lapisan atmosfir Venus banyak mengandung sulfur. Jadi kentut di sana nyaris tidak begitu berpengaruh pada lingkungan.

(Reposted)
Main site: www.ferdiansyah.com

24 April 2009

thumbnail

Balada Si Jalil Dan Si Uhan

Bang Jalil memiliki suara yang cukup powerful. Orangnya belum muncul di ujung gang, tapi suaranya sudah membahana, membawa berita bagus bagi penduduk Tembilahan yang butuh cemilan sore-sore. Tak perlu pakai megaphone TOA yang ada di surau-surau, suaranya yang cempreng dengan lantang meneriakkan nama-nama wadai (kue) tradisional, semacam papari, hamparan tatak, papudak (sejenis lemper), kalalapon (klepon), kue lapis, juga wadai dua kali sakit alias dadar gulung.

Bang Jalil menjajakan kue-kue tradisional dengan menjunjung talam, yaitu sejenis nampan yang berlapis enamel. Ada anekdot soal ini, semacam teki-teki yang menanyakan siapa yang sewaktu kecil di atas talam, besar di bawah talam. Jawabannya ya si Jalil ini. Karirnya cukup bertahan lama, mulai dari pertengahan tahun 70-an hingga awal 90-an.

Sebetulnya masa itu banyak juga yang berprofesi menjadi penjaja kue keliling, tapi yang terkenal dan lengket di benak penduduk cuma Jalil. Yang dilakukan Jalil ini, sebagaimana juga yang dilakukan bartender keliling alias penjual jamu gendong, adalah strategi pemasaran jemput bola. Produsen mendatangi konsumen secara langsung. Cara yang dilakukan Jalil terbukti efektif, branding image nya juga berhasil dicapai, karena nama Jalil selalu diasosiasikan dengan kue-kue tradisional yang variatif.

Lain pula dengan si Uhan. Uhan ini sosok sangar dengan penampilan bak pendekar mata satu. Orang bule yang nyasar di Tembilahan pada masa itu bisa salah sangka bahwa Uhan ini sejenis sinterklas lokal. Karena ke mana-mana si Uhan selalu memanggul karung. Karung itu dibawa ke mana-mana untuk memenuhi panggilan profesinya, yaitu sebagai kolektor beras! Ya, Uhan ini sejenis peminta-minta, dengan spesialisasi: beras. Jadi dia tidak meminta uang atau yang lain, hanya beras, beras, dan beras. Isi karung beras si Uhan bisa membuat iri penjaga gudang beras Bulog, karena beras Uhan lebih bervariasi. Di dalam karungnya mungkin ada beras Solok, beras Cianjur, beras jatah pegawai negeri, juga beras afkiran yang banyak mengandung batu kerikil itu.

Bahkan dulu sempat ada lagu tentang Uhan. Lagunya merupakan plesetan dari lagu Rhoma Irama, penyanyi dangdut hipokrit yang kalau ngomong seperti orang terengah-engah itu. Kira-kira penggalan liriknya begini :

..." Katakan, mata Uhan satuuuuuuu..."

Saya dulu sempat curiga bahwa Uhan ini termasuk orang yang romantis, karena disinyalir istrinya lebih dari satu. Dibilang romantis karena kok bisa ada lebih satu wanita bertekuk lutut dan mau menjadi istrinya. Nah, siapa yang mau dengan pengemis? Kecuali kalau pengemisnya semacam King of Beggars seperti dalam film-film konyolnya Stephen Chow. Tambahan dulu sempat beredar gosip bahwa si Uhan ada affair dengan si Masnah. Masnah ini perempuan melankolis gila yang dulu selalu duduk mengangkang di depan markas polisi. Sebelumnya ada desas-desus yang menyatakan bahwa Masnah tadinya semacam primadona yang dikhianati oleh anggota polisi sehingga menjadi gila. Benar atau tidaknya, yang jelas dulu banyak saksi mata (atau yang merasa menjadi saksi) yang melihat adegan Uhan mendekati Masnah sambil memetik bunga tahi ayam. Romantis bukan?

Yang pasti, kehidupan si Uhan penuh suka duka. Pernah saya saksikan orang menaruh tempurung kelapa ke dalam karungnya. Pernah juga batu sebesar tinju yang disusupkan ke situ, atau tahi kucing yang dibungkus daun pisang (nggak ada kerjaan banget). Pernah juga dia diusir. Tapi untunglah dia itu orangnya cuek, pagi di usir, sore kembali ke tempat yang sama. Kegigihannya bisa menjadi sumber inspirasi bagi koruptor-koruptor beras, termasuk koruptor yang jatuh dua kali di lobang yang sama.

Nama-nama seperti Jalil, Uhan dan Masnah mewarnai kehidupan sehari-hari penduduk kampung saya di era 70-an hingga akhir 80-an. Setiap kota memiliki kisah uniknya sendiri, ada yang lucu, ada yang tragis, ada yang tak terlupakan dan kemudian menjadi kenangan. Yang pasti, suatu saat saya akan kembali ke sana dan akan dengan lahapnya memakan kue-kue yang dulu dijajakan si Jalil, sambil berbincang tentang Uhan dan minum air hujan.

(Ferdot)

16 April 2009

thumbnail

CSI dan Serial TV Jadul

Dari sekian banyak film serial TV yang ada pada dekade ini, hanya CSI-lah yang masih saya tonton dengan rutin dan saya bela-belain menunggu waktu tayangnya setiap Rabu malam. CSI sendiri sekarang sudah memiliki 2 spin-off, yakni CSI: Miami dan CSI:New York. CSI original yang bersetting di Las Vegas sendiri sekarang sudah memasuki season 9, sejak pertama kali ditayangkan CBS pada tahun 2000. Lumayan panjang kan, apalagi dengan 2 spin-offnya, sepertinya belum ada yang bosan menonton serial ini.

Yang membuat CSI (Crime Scene Investigation) menarik adalah selain filmnya menampilkan kejelian ilmuwan forensik yang berkutat memecahkan misteri pembunuhan, kematian-kematian yang tak wajar, dan kejahatan-kejahatan lainnya, CSI memiliki unsur drama yang mendalam, kisah yang bervariasi (bayangkan, CSI sudah running selama hampir 9 tahun, tentu tak gampang mencari ide baru untuk setiap episodenya), dan plot yang selalu terjaga untuk mempertahankan rasa penasaran penontonnya.


Malam tadi, yang membuat saya sedikit shock adalah, pernyataan Gil Grissom (tokoh utama yang diperankan oleh William Petersen ), bahwa dia mengundurkan diri dari CSI. Untuk selanjutnya dia akan digantikan oleh Dr. Raymond Langston (Laurence Fishburne ), dokter medis yang berubah haluan menjadi criminalist. Kepergian karakter Grissom dari serial CSI sungguh mengecewakan, karena dia dan CSI ibarat Fox Mulder dengan The X-Files. Tak kan mungkin rasanya menonton The X-Files tanpa ada tokoh Fox Mulder di dalamnya. Atau menonton serial The A Team tanpa ada tokoh B.A yang diperankan oleh Mr. T.

Bagi saya, saat ini memang sulit mencari serial TV bermutu yang membuat kita bergairah dan antusias menontonnya. Untuk dekade ini (bagi saya lagi) mungkin cuma CSI, walaupun beberapa waktu yang lalu saya sempat suka dan selalu menantikan Alias. Dekade 90-an masih lumayan, karena ada Ally McBeal, LA Law, The Practice, dan tentu saja The X Files.


Saya jadi ingat masa kecil di Tembilahan. Dulu, penduduk Tembilahan sangat beruntung karena setiap sore dan malam bisa mendapatkan tontonan serial TV bermutu dari SBC (Singapore Broadcasting Company, sekarang MediaCorp). Selain RTM1, RTM2, TV3, kita dulu bisa mendapatkan 3 channel dari SBC, yakni Channel 5, Channel 8 (Di pa po tao), dan Channel 12 yang menayangkan acara seni, budaya dan pendidikan. Dari saluran -saluran inilah, kita bisa menonton keseksian Lynda Carter yang menjadi Wonder Woman, kehebatan cyborg Steve Austin dan Jaime Sommers dalam The Six Million Dollar Man dan Bionic Woman, penampilan awal Bruce Lee dalam serial The Green Hornet, The Incredible Hulk, Charlie's Angels, CHiPs, Buck Rogers and 25th Century, Battlestar Galactica, Tales of the Golden Monkey, Dallas, Matt Houston, Magnum P.I, Miami Vice, TJ Hooker, BJ and the Bear, The Voyagers!, Quantum Leap, Knight Rider, Airwolf, Streethawk, Manimal, Automan, Mission: Impossible, The Greatest of American Hero, The A Team, Hawaii Five-O. Selain itu ada Remington Steele yang membuat Pierce Brosnan menjadi James Bond, dan Moonlighting yang membuat nama Bruce Willis dikenal dunia.

Juga ada serial komedi seperti Happy Days dan The Love Boat. Dan serial TV dari Inggris yaitu The Saint, yang melambungkan nama Roger Moore, dan The Avengers.


Beberapa dari film-film seri TV tersebut sudah dibuat versi layar lebarnya, seperti Charlie's Angels, Starsky & Hutch, Miami Vice, Mission: Impossible, The Incredible Hulk, The Saint dan The Avengers. Sebagian dari film-film tersebut mengecewakan, sebagian lagi lumayan. Tetapi tetap saja tidak bisa membuat kita antusias seperti di masa kecil dulu.
Kalaulah ada saluran TV swasta kita yang mau melakukan rerun untuk serial-serial TV jadul di atas, alangkah bagusnya. Tentu akan kita bela-belain menunggu jam tayangnya. Keinginan kita untuk merasakan gairah dan antusiasme masa kecil dari jaman the good old days mudah-mudahan bisa terpenuhi.


Artikel lain : Gara Gara Film | Ada Apa Dengan Kentut | The Last Supper | Jambul | Negara Para Banci | Dracula | Hypnerotomachia Poliphili

Follow by Email