01 Juni 2009

thumbnail

Orang Indon

Kisah Manohara (jika benar) hanyalah merupakan puncak gunung es, di bawahnya masih banyak banyak bangsa Indonesia yang diperlakukan tidak semestinya di negara jiran tersebut. Tingkah laku keluarga sultan-sultan di sana memang banyak yang macam setan dan arogan, heran, padahal tiap sholat Jumat keluarga sultan-sultan di sana selalu didoakan, (makanya jumatan di sana bisa sampai 2 jam lebih).

Rakyatnya di sana juga banyak yang menganggap remeh bangsa Indonesia. Mereka menganggap bangsa kita adalah bangsa kuli. Saya ingat pengalaman sewaktu dulu masih kerja di biro wisata di Johor Bahru. Sewaktu makan siang bersama kawan-kawan di food court dekat kantor, ada yang mendekati, menanyakan letak salah satu kantor properti. Sewaktu saya jawab, dia langsung menaikkan alis, dan berkata:

"Awak orang Indon ye?" nadanya lebih berupa tuduhan daripada pertanyaan.
"Bukan, saya orang Indonesia." saya jawab.
"Ah sama sajalah. Orang Indon lah."
"Saya tidak tahu di dunia ini ada bangsa Indon. Saya orang Indonesia."
"O macam tu ye. Awak kerja kat estate mana?"
"Saya tidak bekerja di estate."
"Orang Indon mestilah kerja di estate."
"Dasar warik. Saya kerja di pejabat."
(Sukurlah dia tidak tahu arti warik).
"Awak ni member kat sini ke?"
"Betul. Anda mau ke mana tadi ? Arahnya di sana ya."
....

Selain mereka seenaknya menyingkat nama bangsa kita, mereka juga menyangka bahwa Indonesia sebagai bangsa kuli tentunya hanya bisa mengirim pekerja perkebunan dan buruh. Ini tak bisa disalahkan karena mayoritas orang kita di sana ya sebagai TKI. Mungkin karena itu mereka menganggap sepele, sehingga dengan seenaknya mencaplok pulau-pulau, memukuli kontingen olahraga, mengklaim seni budaya, dan menjadikan perempuan-perempuan kita sebagai istri ke dua, ke tiga, ke tiga setengah, dan seterusnya. Di mata mereka, Indonesia tidak punya wibawa.

Jadi presiden ke depan harus lebih tegas. Kalau ada kapal Malaysia yang memprovokasi dengan memasuki wilayah kedaulatan, kasih peringatan dan tembak di tempat. Kalau ada wasit Indonesia dipukuli dengan semena-mena, usir dubes malaysia untuk indonesia dan beri cap persona non grata. tarik semua TKI (walaupun sulit dan hampir mustahil). Negara itu akan lumpuh jika para TKI dikeluarkan dari sana. Jangan mau dianggap sepele lagi, bangsa kita adalah bangsa yang besar, yang secara tradisional merupakan keturunan dari bangsa penakluk di jaman Majapahit dan Sriwijaya, yang terbiasa menjelajah hingga ke Siam, Campa, Cina, hingga Madagaskar. Bangsa Malaysia tidak punya jejak sejarah yang besar selain Laksamana Hang Tuah yang notabene berasal dari Kepulauan Riau, Indonesia. Makamnya saja yang kebetulan di Malaka. Itupun masih bisa diperdebatkan.

O ya, jangan lupa. Sebelum itu ganti dulu Dubes Indonesia untuk Malaysia yang tidak becus itu
.

Subscribe by Email

Follow Updates Articles from This Blog via Email

No Comments

Follow by Email