28 Januari 2010

thumbnail

Kutjing

Waktu kecil saya yakin sekali bahwa jika kita mengaitkan kelingking dengan teman, kucing jadi susah beolnya. Jadi sayapun berkaitan kelingking dengan mantan tetangga saya yang cantik, Eva Kadot, ketika ada kucing tetangga yang kelihatan sedang mencari lokasi yang aman dan nyaman untuk melepaskan hajat di halaman rumah Eka. Entah memang ada pengaruhnya atau tidak, makin erat kelingking dikaitkan, makin stres dan bingung si kucing. Mau beol di bawah pohon turi tidak jadi, terus si kucing berputar-putar bingung, kemudian menghilang entah ke mana. Mungkin mencari lokasi lain yang tidak ada dua bocah gila yang saling mengaitkan kelingking. Untuk sementara halaman rumah Ekapun jadi aman dari polusi.

Jenis kucing ada berbagai macam, ada kucing toyger, kucing birman, kucing tiffany, kucing siam, kucing angora, kucing hutan, kucing rumahan, kucing buduk, kucing gendut, juga ada kucing kurus mandi di papan. Soal mengapa dan bagaimana kucing bisa mandi di papan, walahualam, setau saya kucing mandinya di parit, di kamar mandi, di sungai, di kolam, kucing waras yang normal bahkan tidak suka mandi.

Begitu lekatnya kehidupan manusia dengan kucing, hingga banyak ungkapan-ungkapan yang memakai kata kucing, misalnya 'malu-malu kucing' yang artinya mau tapi malu, 'kucing-kucingan' yang artinya bukan kucing beneran atau main hide and seek, 'nasi kucing' yang artinya nasi bungkus yang ukurannya seupil (upil siapa dulu), 'kumis kucing' yang merujuk pada tanaman yang bisa dipakai untuk obat kencing batu, dan 'mandi kucing' yang artinya tidak usah kita bahas di sini, nanti ada yang kepengen pula.

Waktu kecil dulu saya punya adik tersayang(almarhum, semoga arwahnya tenang di sisiNya, amin), yang sangat usil dengan kucing. Pernah suatu kali dioleskannya balsem ke pantat kucing di rumah. Kucing malang itu tadinya hanya diam saja, santai, sambil menjilat-jilat kakinya sendiri. Tak lama kemudian kucing sial itu langsung berak-berak, ke manapun kucing itu parkir, dia pasti berak. Ibunda tercintapun mengomel karena tahi kucing ada di mana-mana, di gorden, di bawah kursi, di bawah tivi, dekat pintu, di keset kaki, pokoknya di mana-mana. Kemudian kucing itu pergi menghilang, saya membayangkan rumah tetangga mana yang menjadi korban diberaki kucing itu. Pada saat kucing itu kembali ke rumah kami, dia masih berak-berak, sayapun jadi heran, bukan main banyaknya deposit tahi si kucing. Adik saya kemudian disuruh mencebok pantat kucing itu dengan air dingin, biar panasnya berkurang. Masih kecil begitu cebok pantat sendiri saja belum tentu beres, sekarang disuruh pula cebok pantat kucing. Kalau ingat kejadian tersebut saya sering senyum-senyum sendiri.

Padahal kucing saya itu boleh dibilang playboynya kucing. Hobinya kawin dan menebar benih di mana-mana. Sudah banyak kucing betina tetangga yang jadi korban bujuk rayunya. Jadi kalau tetangga kiri kanan tiba-tiba punya bayi-bayi kucing, bisa dipastikan kucing saya itulah bapaknya.

Teman saya, Darius, juga punya banyak kucing. Kalau tidak salah, salah satunya dinamai Batman, karena wajahnya unik, mirip Batman, partnernya Robin yang minumannya cap anggur. Batman cs makanannya cukup mewah, yaitu ikan sarden.  Begitu Darius pindah ke Pekanbaru, saya tidak tahu lagi bagaimana nasib Batman dan kawan-kawan, apakah ikut atau tidak.

Teman sekantor dulu, orang Padang, punya kebiasaan unik. Dia selalu bilang : tai kuciang kariang, tai kuciang kariang. Kalau kaget, dia bilang tai kuciang kariang, kalo marah dia bilang tai kuciang kariang, kalo tak setuju akan suatu hal, dia juga bilang tai kuciang kariang. Entah kenapa, rekan yang satu ini rupanya terobsesi dengan tai kuciang kariang.

Banyak mitos di seputar kucing. Ada mitos yang menyebutkan jika kucing melompati kuburan, mayat dalam kuburan itu akan bangkit. Ada juga fakta bahwa kucing belang tiga dewasa selalu berjenis kelamin betina. Kucing jantan belang tiga yang baru lahir akan dimakan oleh induknya sendiri. Proses kanibalisme ini ada penjelasan ilmiahnya, bahkan pernah diuraikan oleh George Mendel, pionir ilmu turunan. Induk kucing terpaksa memangsanya karena kucing jantan belang tiga pada umumnya dilahirkan dalam kondisi ringkih. Kucing jantan belang tiga berstamina lemah lantaran memiliki jumlah kromosom berlebihan (disebut juga sindrom klinefelter).Sehingga ia akan mengalami gangguan hormonal. Sang Induk tak rela jika keadaan tersebut menimbulkan gangguan kesehatan bagi anak-anak kucing yang lain. Tradisi kanibalisme semacam itu juga dianut oleh Si tikus musuh bebuyutan kucing. Menurut Barbara French dalam artikelnya yang berjudul Tortoises, Calicos and Tricolor Cats kemungkinan dilahirkannya kucing belang tiga berkelamin jantan hanya sebesar 1 : 10.000. Itu pun bisa dipastikan bahwa kucing belang tiga berkelamin jantan tersebut fertil alias mandul.

Kucing sebaiknya tidak diberi nasi. Susunan gigi dan saluran digestik kucing didesain untuk mencerna daging, karena kucing adalah carnivora. Kalaupun kucing butuh karbohidrat atau gizi yang terkandung dalam tumbuhan, itu bisa didapat lewat sayuran yang terdapat dalam perut tikus, ikan atau korbannya yang lain, karena dengan cara itu gizinya lebih mudah dicerna. Kucing sering kelihatan makan rumput kalau butuh muntah. Kucing butuh muntah bukan karena dia bulimia atau lagi diet, atau dia merasa kegemukan ketika bercermin,  tapi karena kucing mengambil makanan dengan prehensi, artinya moncongnya langsung maju begitu saja mengambil makanan. Kerikil, batu, tanah bisa ikut termakan. Bulunya sendiri kadang ikut tertelan ketika menjilati tubuhnya. Jadi kucing butuh muntah untuk mengeluarkan barang-barang yang tidak perlu itu dari perutnya.

Semua orang tau, kalo ada orang lagi makan atau lagi banyak makanan, kucing pasti mendekat. Tentu saja, karena penciuman kucing cukup tajam mencium aroma makanan walaupun dari jauh. Sampai saat ini belum ada laporan ada kucing yang mendekati orang yang lagi banyak duit. Kucing tidak familiar dengan bau duit.

Dalam dunia fiksi, kucing sering dijadikan karakter utama. Ada kucing usil dalam film Cat In The Hat, ada Tom yang selalu mengejar Jerry, ada Sylvester yang selalu mengincar Tweety, ada Felix The Cat, ada Garfield kucing malas yang bertubuh tambun, juga ada Catwoman, manusia kucing dalam serial Batman.

Saya pernah sakit sekitar 1 dekade yang lalu. Waktu itu dokternya bilang bahwa saya alergi pada bulu kucing. Selama ini saya sama sekali tidak tahu. Dengan demikian jadinya ada dua jenis bulu yang saya alergi, yaitu bulu kucing, dan juga bulu ketiak.

Orang Indonesia sayang dan hormat pada kucing. Jika kucing ketabrak (tak sengaja tentunya), si kucing malang biasanya langsung dibungkus dan dikuburkan di tempat tak jauh dari TKP. Kita percaya bahwa jika hal itu tidak kita lakukan, nasib buruk akan menimpa kita. Mitos ini tidak berlaku buat hewan yang lain. Begitu banyak mayat tikus-tikus malang bergelimpangan di jalan, tak satupun ada yang berbaik hati menguburkannya. Bangkai tikus yang sudah remuk dan gepeng itu tetap ada di situ sampai tikusnya jadi asinan. Kemudian hujan menyingkirkannya dari jalanan. Hidup memang kejam.


Baca selengkapnya di www.ferdy.mirrorz.com


Artikel Terkait : Cat In The Tin Can

21 Januari 2010

thumbnail

Oedipus Rex

Kisah Oedipus adalah tragedi. Ia melakukan perjalanan panjang menjauhi takdir, mengembara jauh melintasi perbatasan, tapi takdir jua yang ditemuinya. Tragedi tak berkesudahan Oedipus sangat mirip dengan kisah Sangkuriang. Pada akhirnya keduanya membunuh ayah kandung dan menikahi ibunya sendiri.

Raja Thebes, Lauis dan permaisurinya Jocasta sudah lama menikah dan tidak memiliki anak. Keduanya lalu menghadap orakel (peramal) di Delphi untuk meminta petunjuk. sang Orakel meramalkan jika Laius memiliki anak laki-laki, anak tersebut akan membunuhnya dan menikahi Jocasta. Ketika pada akhirnya Jocasta melahirkan anak laki-laki, Laius melukai kaki anak tersebut dan membuang si anak ke rimba belantara agar si anak mati dimangsa hewan buas dan ramalan tersebut tidak terpenuhi. Seorang gembala menemukan anak tersebut dan memberikannya ke penggembala istana dari Corinthus. Anak itu kemudian diberinama Oedipus (kaki yang luka), dan dibawa ke istana Corinthus. Oedipus kemudian diangkat anak oleh raja Polybus dan istrinya Merope, yang memang tidak memiliki anak.

Ketika beranjak dewasa Oedipus mendengar desas-desus mengenai ramalannya. Iapun menemui orakel Delphi dan menanyakan hal tersebut. Sang Orakel mengatakan bahwa Oedipus suatu saat akan membunuh ayahnya dan menikahi ibunya sendiri. Gundah akan dosa besar jika ramalan terjadi, Oedipus pun melarikan diri dari Corinthus dan mengembara, hingga akhirnya ia sampai ke persimpangan Davlia, dekat perbatasan Thebes. Di situ dia bertengkar dan berebut jalan dengan seorang bangsawan tua yang menaiki kereta. Oedipus tak sengaja membunuh bangsawan tua tersebut. Orang itu tak lain adalah Laius, Raja Thebes, ayahnya sendiri.
Tentu saja Oedipus tidak menyadari hal tersebut. Ia bahkan tidak tahu identitas orang yang dibunuhnya.

Image result for oedipus the hero

Oedipus melanjutkan perjalanannya. Ia berhadapan dengan Sphinx, yang selalu menghentikan siapapun yang bepergian ke Thebes. Sphinx selalu memberikan teka-teki, jika terjawab dengan benar bisa tetap hidup dan memasuki Thebes. Sphinx akan memakan hidup-hidup siapa saja yang tidak bisa menjawab teka-tekinya. Teka-tekinya : "Siapa yang berjalan dengan 4 kaki di pagi hari, dua kaki di siang hari dan tiga kaki di malam hari?" Oedipus menjawab : "Manusia, sebagai bayi ia merangkak, pada saat dewasa ia berjalan dengan dua kaki, dan pada masa tua ia berjalan dibantu tongkat." Oedipus adalah orang pertama yang bisa menjawab teka-teki tersebut dengan benar. Mendengar jawaban Oedipus, Sphinx merasa terkejut lalu tewas bunuh diri dengan meloncat dari tebing yang tinggi.

Peristiwa tewasnya Sphinx disambut dengan rasa sukur oleh rakyat Thebes dan Oedipus dialu-alukan sebagai pahlawan. Ia dibawa ke istana untuk dinobatkan menjadi raja dan menikahi ratu Jocasta yang telah menjadi janda. Mereka berdua dikaruniai 2 putra: Polynices dan Eteocles, dan 2 putri: Antigone dan Isemene. Hingga saat itu Oedipus masih belum sadar telah menikahi ibu kandungnya sendiri.

Tak lama setelah Oedipus menjadi raja, wabah aneh melanda negeri Thebes. Ladang dan tanaman tak pernah bisa tumbuh dan dipanen, ibu-ibu tidak bisa hamil dan melahirkan. Sebagai raja, Oedipus bersumpah untuk menghentikan wabah tersebut. Ia mengutus Creon, adik Jocasta, untuk menghadap orakel Delphi meminta petunjuk. Orakel mengatakan bahwa "tidak akan selamat rakyat sebuah negara jika dipimpin oleh seorang yang penuh dengan dosa, dan bencana akan datang silih berganti tiada henti"

Selain itu Orakelpun menyampaikan pesan lewat Creon dan Tiresias.

Orakel berpesan agar pembunuh raja Laius ditemukan dan dibunuh atau diusir. Oedipus pun menyuruh Tiresias untuk mencari tahu siapa pembunuh raja Laius. Tiresias mengingatkan agar jangan dicari siapa pembunuh Laius. Dalam situasi yang genting, Tiresias akhirnya membuka rahasia kata-kata Orakel dan mengatakan kemungkinan besar Oedipus lah yang telah membunuh Raja Laius. Bahwa Oedipus hidup dalam kenistaan karena tidak tahu siapa orangtuanya yang sejati. Oedipus menyalahkan Creon atas kata-kata Tiresias, dan keduanya bertengkar hebat hingga ingin membunuh satu sama lain. Jocasta menengahi dan menyabarkan Oedipus, dan menceritakan ciri-ciri Laius. Oedipuspun gundah karena ia mulai percaya bahwa dia sendirilah yang telah membunuh Laius dan karenanya mendatangkan bencana dan wabah.

Lalu, bagai petir di siang bolong, datang pembawa pesan dari Corinthis menyampaikan kabar bahwa Raja Polybus telah meninggal karena penyakit dan rakyat Corinthus ingin agar Oedipus pulang dan naik tahta. Oedipuspun teringat akan ramalan bahwa ia akan membunuh ayahnya sendiri, sadar bahwa Polybus telah meninggal dengan wajar, berarti Polybus memang bukan ayah kandungnya.
Jocastapun sadar dengan tragedi yang menyakitkan ini. Ia telah menikahi anak kandungnya sendiri, yang juga telah membunuh suaminya. Dengan hati yang pedih dan hancur, Oedipus pun menyadari hal ini dan mengutuk dirinya. Oedipus kemudian menemukan Jocasta yang telah tewas gantung diri. Dengan menggunakan tusuk konde dari Jocasta, Oedipus melukai kedua matanya sendiri hingga buta.
Image result for oedipus the hero
Oedipus memohon pada Creon agar menjaga putri-putrinya karena ia tidak ingin lagi menjadi raja, Oedipus hanya ingin mengembara sambil menyesali dosa-dosanya. Putrinya, Antigone, membimbingnya dalam pengembaraan hingga akhirnya Oedipus meninggal di Colonus, dalam perlindungan kerajaan Athena yang diperintah oleh raja Theseus.

Tragedi Oedipus berasal dari naskah-naskah yang ditulis sekitar abad ke 5 Sebelum Masehi. Naskah yang lebih lengkap ditulis oleh dramawan Yunani Sophocles. Sophocles menulis tragedi yang melingkupi Oedipus dalam 3 naskah, yakni Oedipus Rex (Oedipus Sang Raja), Oedipus Di Colonus, dan Kisah Antigone.

Dramawan WS Rendra dengan Bengkel Teater nya pernah mementaskan ketiga naskah Sophocles itu. Ada yang berujar, sebuah teater belumlah lengkap dan mumpuni jika belum pernah mementaskan Oedipus.

Sigmund Freud menggunakan istilah Oedipus Complex untuk menjelaskan gangguan kejiwaan manakala seorang laki-laki sangat mencintai ibunya dan tidak mau berpisah dengan ibunya bahkan setelah ia menikah dengan wanita lain. Pada kondisi yang ekstrim, 'anak mami' tersebut bahkan menganggap ayahnya sendiri sebagai musuh.

"...Dan bila kau sentuh pelipisku, dan kau usap daguku
Akan kau dapati parasku, pada paras anak lelakimu
Yang tak lagi mengenalmu sebagai ibu yang kudus
Tapi mengenalmu sebagai rahim dunia
Tempat kebaikan dan kejahatan, berawal dan berakhir

Kini dengan segenap kegilaan, kita terima segala kutukan
Mataku yang terbakar membuta
Dan hatimu yang berapi menghancur di hatiku."

Baca selengkapnya di www.ferdot.com

Tulisan lain: 10 Alasan Saya Menyukai Piringan Hitam | Reuni | Radio 

Follow by Email