18 Januari 2017

thumbnail

Hukum Fisika Dalam Scuba Diving

Yang dihindari para penyelam adalah decompression sickness. Secara awam, penyakit dekompresi bisa diartikan sebagai kondisi di mana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah penyelaman membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah dan mengganggu sistem syaraf pada tubuh.

Akibatnya, muncul kondisi yang mirip stroke, dengan gejala seperti mati rasa, kelumpuhan. Bila dalam kondisi lebih parah, bisa berakibat fatal; penderita meninggal dunia.

Berbagai hukum fisika berlangsung selama penyelaman. Mulai dari hukum Archimedes, Boyle, Charles, Dalton, dan Henry. Agar lebih mudah mengingatnya, biasa disingkat dengan hukum ABCDH.

Dari lima teori ini, hukum Henry-lah yang dianggap paling mampu menjelaskan proses dekompresi dan penyakit dekompresi yang dialami penyelam. Teori Henry secara singkat menyebut, "Kelarutan gas berbanding lurus dengan tekanan pada gas itu." selain hukum Henry, hukum Boyle yang menyebutkan, "Semakin tinggi tekanan udara berbanding lurus dengan kepadatan udara dalam volume yang sama."

Hukum-hukum fisika ini tentu saja hanya menjelaskan teori yang mendasari proses terjadinya penyakit dekompresi, namun yang menjadi biang keladinya adalah gas Nitrogen. Seperti diketahui, udara yang kita hirup sehari-hari tidak hanya berisi oksigen (O2), melainkan terdapat juga berbagai gas lain, termasuk nitrogen.



Selama ini banyak yang beranggapan, bahwa penyelam bernapas dengan gas murni yang tersimpan dalam tabung. Tentu saja anggapan ini salah.
Meskipun tubuh manusia membutuhkan oksigen dalam bernafas, namun gas ini akan berubah menjadi racun bila berada dalam tekanan yang tinggi. Karena itu, gas yang terdapat dalam tabung penyelam adalah udara normal yang dikompresi menggunakan alat kompresor.

Udara sendiri terdiri dari 78,084% nitrogen, 20,946% oksigen dan 1% gas-gas lain yang tidak memiliki efek. Agar lebih mudah diingat, biasanya dibulatkan menjadi 79% Nitrogen dan 21% Oksigen.

Nitrogen adalah gas paling berlimpah di atmosfer, tetapi tidak digunakan dalam sistem pernafasan manusia. Gas nitrogen inilah yang  meningkatkan risiko penyelaman, di mana salah satunya adalah penyakit dekompresi.

Dalam kehidupan sehari-hari, nitrogen yang tidak berguna bagi tubuh akan dibuang dengan cepat melalui proses respirasi atau pernafasan. Namun kondisi ini akan berbeda ketika melakukan penyelaman. Penambahan tekanan seiring semakin dalam penyelaman dilakukan, maka jumlah nitrogen yang masuk ke tubuh juga meningkat.

Peningkatan jumlah nitrogen dalam tubuh pada saat penyelaman berjalan sesuai dengan Hukum Henry. Artinya semakin dalam penyelaman, maka semakin banyak juga Nitrogen yang memenuhi tubuh penyelam. Kelebihan nitrogen dalam tubuh akan diserap oleh jaringan. Jaringan lemak dikenal yang paling banyak menyerap Nitrogen.

Tubuh manusia sebenarnya mampu menetralisir kelebihan nitrogen dalam ambang wajar. Tubuh akan dengan cepat melepaskannya kembali  lewat proses respirasi.

Hal yang sama juga sebenarnya terjadi saat penyelaman. Tubuh dengan sendirinya akan berusaha melepaskan kelebihan Nitrogen yang terdapat dalam tubuh. Namun proses ini tidak bisa dilakukan secepat saat kita berada di permukaan. Butuh waktu untuk melepaskan sisa nitrogen yang terdapat di dalam tubuh. Perbedaan tekanan juga membuat proses pelepasan nitrogen ini perlu dilakukan secara berhati-hati.

Dalam sebuah percobaan hukum Henry terlihat bagaimana udara yang ditempatkan bersama air dalam sebuah bejana diberi tekanan. Semakin besar tekanan yang diberikan, maka tingkat kelarutan udara dalam zar cair akan semakin meningkat juga.
Sebaliknya, saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara.

Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut di dalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih (boiling water). Kondisinya mirip dengan minuman bersoda yang tutupnya tiba-tiba dilepas akan menimbulkan buih akibat lepasnya gas CO2.

Proses ini-lah yang dialami oleh para penyelam bila melakukan penyelaman yang cukup lama dan naik terlalu cepat ke permukaan. Perbedaan tekanan yang terjadi menyebabkan tubuh tidak cukup waktu untuk melepaskan Nitrogen yang berlebih. Bahkan, perubahan tekanan yang terlalu cepat membuat gas tersebut menjadi buih yang berpotensi menyumbat pembulu darah dan mengganggu fungsi syaraf. Kondisinya mirip dengan buih yang terbentuk saat botol bir yang dibuka tiba-tiba.

Gejala penyakit dekompresi biasanya terbagi dua. Pertama tipe pain only yang relatif lebih ringan dan biasanya menyebabkan rasa sakit di bagian persendian, sakit kepala, dan gatal-gatal di kulit. sedangkan tipe kedua adalah yang serius. Ini biasanya terjadi bila penyelam melakukan pelanggaran berat terhadap aturan durasi dan kedalaman serta naik ke permukaan dengan cepat. Akibatnya, efeknya bisa mengakibatkan kelumpuhan, kehilangan kesadaran, bahkan bisa memicu kematian.

Karena itu, bagi penyelam, penting untuk mengetahui cara kerja tabel penyelaman agar mengetahui batasan kedalaman dan durasi penyelaman. Selain itu, penyelam juga harus naik dengan perlahan-lahan dan melakukan deco stop bila dibutuhkan. Deco stop adalah kondisi di mana penyelam berhenti di kedalaman tertentu untuk memberi waktu bagi tubuh  mengeluarkan kelebihan Nitrogen yang terdapat dalam jaringan.

Baca juga: 8 Mitos Yang Salah Tentang Menyelam10 Alasan Kenapa Anda Harus Mencoba Scuba Diving
thumbnail

Misteri Ikan Dingkis


Di daerah Batam dan sebagian Kepulauan Riau, harga ikan dingkis akan meroket hingga mencapai IDR 400,000/kg. Fantastis bukan? Kenapa demikian?

Ikan dingkis adalah salah satu jenis ikan baronang, dengan nama latin Siganus Canaliculatus. Keberadaan ikan ini diliputi mitos dan legenda yang berhubungan dengan perayaan Imlek atau perayaan tahun baru Tiong Hoa di daerah Batam dan sekitarnya, termasuk Singapore dan Johor Bahru. Bagi masyarakat keturunan Tiong Hoa di wilayah ini, ikan dingkis dipercaya membawa rejeki dan hoki.

Ikan ini muncul di pasaran menjelang hari raya Imlek. Yang diburu adalah ikan yang sedang bertelur. Dipercaya bahwa ikan dingkis akan bertelur di sekitar bulan Imlek dalam penanggalan lunar Tiong Hoa. Ikan unik ini dipercaya bertelur banyak pada tanggal 2 bulan 1 atau hari ke dua Imlek.

Ikan dingkis yang diburu menjelang imlek ini biasanya ditangkap oleh nelayan-nelayan sekitaran Pulau Abang. Pulau Abang sendiri merupakan sebuah pulau di ujung selatan Kota Batam yang sebagian besar penghuninya adalah nelayan. Pulau Abang mempunyai luas lebih kurang 6,003 Km2, dengan variasi perbukitan, tanah terdiri dari batu granit dan liat. Walaupun memiliki wilayah daratan yang cukup luas, tidak ada penduduk setempat yang memanfaatan sumber daya darat tersebut. Hampir seluruh warga Pulau Abang merupakan nelayan dan sebagian besar memiliki kelong, alat tangkap khusus untuk ikan dingkis, yang tersebar diperairan sekitar Pulau Abang.
Pulau Abang
Pulau Abang Pulau ini dikelilingi oleh beberapa pulau kecil seperti pulau Petong, Pulau Dedap, Pulau Hantu. Pulau Pengerlap, Pulau Kelapa dan Pulau Abang Besar. Pada sebagian kecil pantai masih dijumpai ekosistem bakau, terutama di bagian utara. Kondisi lingkungan ini memiliki pengaruh besar dalam menentukan besarnya konsentrasi ikan dan sumber daya laut lainnya pada perairan di wilayah ini.

Seperti halnya wilayah lain di Indonesia, dalam satu tahun di Pulau Abang terdapat dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pulau ini dipengaruhi oleh empat musim angin, yaitu angin utara, timur, selatan dan barat. Musim utara berlangsung dari bulan Desember sampai Februari, musim angin timur mulai Maret hingga Juni. Sedangkan selatan dari Juli sampai Agustus dan musim barat dari bulan September hingga November dengan sesekali sering terjadi pergeseran waktu. Ikan Dingkis sendiri hampir selalu ada sepanjang tahun, namun dengan harga yang sangat berbeda di tiap musimnya. Harga tertinggi berada pada musim utara terutama bulan Januari dan Februari dan mencapai puncaknya pada Hari H Imlek.

 Pada musim angin timur dan barat yang dicirikan dengan gelombang laut yang tenang harga ikan dingkis berkisar Rp 20.000,- per kilogram. Sedangkan pada musim kuat terutama mendekati Tahun Baru Imlek menjadi lebih dari sepuluh kali lipat, bahkan pada hari H nya pernah mencapai Rp 400.000,- per kilogram. Harga ikan dingkis menjelang dan setelah tahun baru Imlek seperti kurva normal, dimana dua minggu sebelum hari H menanjak sampai puncak dan setelah hari H menurun kembali sampai harga normal. Rentang waktu harga ikan dingkis yang membentuk kurva normal ini rata-rata 30 hari dengan tahun baru Imlek sebagai titik tengahnya. Kenaikan harga yang terjadi bertahap. Minggu pertama Rp 30.000- Rp 50.000,- per kilogram, minggu kedua Rp 50.000 – Rp 100.000,- per kilogram, puncak harga antara Rp 300.000,- Rp 400.000,- berlangsung selama tiga hari dan hari selanjutnya kembali menurun dan akhirnya normal kembali.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, alat untuk menangkan ikan dingkis khusus pada musim utara, adalah kelong berupa bagan tancap yang diletakkan di tengah lautan. Biaya yang diperlukan untuk mengoperasionalkan kelong ini tergolong besar sehingga hanya digunakan sekali setahun pada musim utara dimana ketika harga ikan dingkis juga tinggi. Pada tiga puluh hari masa Imlek, kelong diangkat setiap hari bahkan pada hari H bisa diangkat 2-3 kali sehari karena saat itu jumlah ikan dingkis sangat banyak yang terperangkap dalam kelong. Setelah musim utara berlalu, kelong tidak dipergunakan lagi namun tetap terpasang sebagai pertanda kepemilikan permanen.

Konsumen ikan dingkis pada musim utara ini tentu saja bukan penduduk lokal Pulau Abang, namun masyarakat Tionghoa yang menetap di Kota Batam maupun Singapura. Merupakan suatu tradisi yang sudah turun menurun bahwa ketika Tahun Baru Imlek mereka harus mengkonsumsi ikan dingkis. Kepercayaan ini yang membuat permintaan ikan dingkis tinggi pada musim utara walaupun dengan harga yang sangat mahal. Ikan ini juga dipercaya bertelor pada hari raya ini sehingga memiliki tekstur dan rasa yang berbeda dibandingkan musim-musim lainnya. Jenis telurnya ada dua, yang berwarna kuning dan yang berwarna putih susu. Kepercayaan ini merupakan berkah bagi masyarakat Pulau Abang pada musim utara untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat dibandingkan musim-musim lainnya.


10 Januari 2017

thumbnail

Turntables

1. Maginon Turntable - IDR 2,200,000.-
Spesifikasi:
  • Memutar segala jenis piringan hitam/vinyl ukuran 7" maupun 12"
  • Memiliki pilihan kecepatan: 33 1/3, 45 dan 78.
  • Ada radio FM dan cassette tape
  • USB dan memory card
  • Audio out ke headphone
  • Audio out ke speaker active/amplifier
  • Built in speaker
  • Bisa convert vinyl ke mp3
  • Garansi 6 bulan









2. Portable Suitcase Turntable - IDR 1,900,000.
Spesifikasi:
  • Memutar segala jenis piringan hitam/vinyl ukuran 7" maupun 12"
  • Memiliki pilihan kecepatan: 33 1/3, 45 dan 78.
  • Audio out ke headphone
  • Audio out ke speaker active/amplifier
  • Built in speaker
  • Bisa convert vinyl ke mp3
  • Garansi 6 bulan
  • 4 pilihan warna: merah, hijau, pink dan hitam
  • Rechargable battery
  • Bisa dibawa ke mana saja, portable






3. Maginon Elegance Turntable - IDR 2,300,000.-
Spesifikasi:
  • Memutar segala jenis piringan hitam/vinyl ukuran 7" maupun 12"
  • Memiliki pilihan kecepatan: 33 1/3, 45 dan 78.
  • Audio out ke headphone
  • Audio out ke speaker active/amplifier
  • Built in speaker
  • Bisa convert vinyl ke mp3
  • Garansi 6 bulan
  • Elegance cocok untuk ruang tamu.




4. Boytone Vintage Turntable - IDR 5,200,000 (USA)
Spesifikasi:
  • Memutar segala jenis piringan hitam/vinyl ukuran 7" maupun 12"
  • Memiliki pilihan kecepatan: 33 1/3, 45 dan 78.
  • Ada radio FM dan cassette tape
  • USB dan memory card
  • Audio out ke headphone
  • Audio out ke speaker active/amplifier
  • Built in speaker
  • Bisa convert vinyl ke mp3
  • Garansi 6 bulan
  • Bahan kayu solid dengan vintage style







5. Generic Turntable - IDR 1,500,000.
Spesifikasi
  • Memutar segala jenis piringan hitam/vinyl ukuran 7" maupun 12"
  • Memiliki pilihan kecepatan: 33 1/3, 45 dan 78.
  • Audio out ke headphone
  • Audio out ke speaker active/amplifier
  • Built in speaker
  • Bisa convert vinyl ke mp3
  • Garansi 6 bulan






Untuk pemasanan hubungi Ferdy di whatsapp +62 813 71 88 999 6.






Follow by Email