27 Maret 2017

thumbnail

Hoax: "Direkomendasikan Oleh Pengacara"


Di Facebook ada satu share statement yang diklaim sebagai rekomendasi dari ahli hukum untuk melindungi privasi anda berupa: Penyalahgunaan photo, posting pribadi dll, lebih kurang statemen itu adalah sebagai berikut:
'CONTOH:
Recommended by a lawyer.
The violation of privacy can be punished by law
Note: Facebook is now a public entity. All members must post a note like this. If you haven’t issued a statement at least once, it will be technically understood that you allow the use of your photos, as well as the information contained in your updates of profile status.
I declare that I have not given my permission to Facebook to use my photos or any information in my profile,, my updates and my statuses !
Make a copy paste! (now hold your finger on the text, click on copy, made a post and paste )
(Direkomendasikan oleh seorang pengacara.
Pelanggaran privasi dapat dituntut hukuman oleh undang undang
Catatan: Facebook sekarang adalah milik publik/umum. Semua orang harus memposting catatan seperti ini. Apabila anda tidak memposting sebuah pernyataan serupa setidaknya satu kali, itu artinya secara teknis anda telah mengijinkan penggunaan photo, dan juga informasi yang berisi update status profile anda. Saya mengumumkan bahwa saya tidak mengijinkan Facebook untuk menggunakan photo atau informasi profile saya, update dan status saya! Segera kopi dan sebarkan! )
Klaim diatas sepenuhnya omong kosong, tidak akan ada pengaruhnya buat melindungi privasi photo, update status anda di facebook. Pernyataan itu tidak pernah diterbitkan oleh suatu badan hukum dan tidak ada badan hukum ataupun pengacara hukum yang berada dibaliknya. Yang lucunya kadang diselipkan nama pengacaranya, yang berganti-ganti sesuai asal daerah orang yang memposting hoax tersebut. Ada dicantumkan pengacara dari Sumut, ada yang dari Bogor dan sebagainya.
Ketika pertama kali anda mendaftar di Facebook, anda sudah menyetujui "peraturan dan kebijakan" yang disertakan oleh perusahaan Facebook, tidak akan ada sembarang posting yang dapat merobah atau memodifikasi persetujuan berdasarkan hukum yang telah disetujui oleh pengguna pada saat pertama mendaftarkan diri di Facebook. Jadi statement yang anda sebutkan di atas adalah "Hoax" belaka.
Dan hal ini telah di diskusikan di HOAX - SLAYER SEJAK TAHUN 2012.

01 Maret 2017

thumbnail

Wine Yang Ini Halal


Apakah ada wine yang tidak mengandung alkohol? Tentu saja ada. Wine non alkohol dibuat sebagaimana wine ataupun sampanye biasa. Kadar alkohol yang timbul pada wine berkaitan dengan lamanya waktu fermentasi, lebih dari tiga tahun. Wine dapat diproduksi tanpa alkohol bila difermentasi hanya setahun.

Waktu fermentasi yang lebih cepat membuat wine memiliki tanggal kedaluwarsa. Wine tanpa alkohol dapat disimpan sekitar tiga tahun. Hal itu berbanding terbalik dengan wine pada umumnya yang disimpan hingga puluhan tahun untuk dinikmati.

Adakah wine yang bersertifikat halal? Tentu saja ada.

Wine berlabel Espora Zero Alcohol adalah wine halal yang mulai diproduksi pada 2012. Wine nonalkohol produksi Spanyol itu mendapatkan sertifikat halal pada Desember 2015. Awalnya, wine diproduksi karena banyaknya permintaan dari Dubai, Uni Emirat Arab. Setelah itu, wine nonalkohol makin populer hingga merambah Asia Tenggara.

Wine halal masuk ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 2014. Kemudian, wine halal mulai diperkenalkan di Indonesia pada November 2016 dalam pameran SIAL InterFOOD di Jakarta. ’’Wine ini diperkirakan masuk dan didistribusikan ke tanah air pada Maret 2017,’’ jelasnya.

Wine jenis ini memungkinkan dinikmati vegetarian dan orang sensitif terhadap alkohol. Selain itu, wine nonalkohol rendah gula. Sebab, anggur sebagai bahan baku wine dipetik saat masih muda. Makin matang anggur, kadar gulanya makin banyak.

Secara tekstur, wine nonalkohol memang tidak sepekat wine pada umumnya. Teksturnya sangat ringan dengan aroma yang tidak menyengat. Tingkat kepekatan atau kandungan gula pada segelas wine bisa diukur dengan memutar gelas sebelum disesap. Jika cairan cepat turun setelah diputar, kadar gula dan tingkat kepekatannya sangat rendah. Rumus sebaliknya berlaku untuk wine dengan kepekatan tinggi.

Buah anggur yang digunakan untuk menghasilkan wine berasal dari kebun-kebun di La Mancha, Spanyol. Wine ini diciptakan sebagai alternatif, tidak menyingkirkan wine beralkohol yang sudah memiliki penikmatnya.

Namun demikian, untuk orang muslim Indonesia minum wine bersertifikat halal dan mempostingnya di media sosial bisa menimbulkan persepsi dan komentar bermacam-macam. Jangankan wine, air mineral produksi Indonesia seperti Equil saja bisa disangka miras oleh orang-orang yang kurang piknik.

Follow by Email