11 Oktober 2017

thumbnail

Melawan Arus


Pada saat menyelam, cari paling efisien adalah tidak melawan arus, dengan cara ini menyelam jadi lebih menyenangkan, pemakaian tabung udara jadi lebih hemat dan efisien, tenaga tidak banyak terkuras, dan tujuan utama menyelam untuk rekreasi bawah laut juga tersalurkan.
Demikian juga teknologi. Segalanya sekarang serba online. Di Jakarta Pasaraya tutup, Glodok mulai sepi pengunjung, karena trend sudah berubah, makin banyak orang yang belanja secara online. Tidak perlu terjebak macet, tidak menghabiskan bahan bakar dan bisa sambil tiduran belanjanya.
Transportasi (berbasis aplikasi) online, mau tidak mau sudah menjadi trend dan kebutuhan. Orang bisa berpindah tempat dari titik A ke titik B dengan lebih gampang dan dengan tarif yang terjangkau. Pesan makan bisa lewat GoFood, kirim barang dalam radius 20-40 km bisa lewat GoSend. Trend nya memang begituw, dan ini terjadi di seluruh dunia dengan Uber dan Grab, dan GoJek untuk domestik. Perubahan arus yang memang sesuai dengan perkembangan teknologi dan memang sudah jamannya.
Sudah banyak contoh menyedihkan bahwa pihak-pihak yang tetap mengandalkan sistem konvensional dan tidak mau ikut arus dan berinovasi akan terpuruk dengan sendirinya. Di dunia komunikasi ada brand N dari Finland, di dunia traveling ada juga masih ada travel agent konvensional yang menjual voucher. Siapa yang masih mau repot beli voucher di counter kalo hotel bisa dibook lewat online travel agent melalui aplikasi mobile dengan cepat, murah dan aman?
Untuk daerah yang menolak transportasi online seperti Batam dan Bandung, selamat dan kagum buat pemerintah daerahnya. Ada beberapa sebab yang mencurigakan, antara lain Dishub nya lemah atas tekanan bos2 angkot yang suka ngebut dan taxi yang tak pernah tertib dan bikin semrawut lalu lintas ituw. Mereka tidak merperhatikan kebutuhan masyarakat akan transportasi yang murah, aman dan efisien. Selagi kepala daerahnya tidak bisa menyediakan transportasi yang terjangkau, aman dan tertib, pelarangan transportasi online adalah hal yang absurd, kontra produktif, dan bisa dicurigai dalah hasil kongkalingkong antara Dishub dengan pengusaha angkot.
Intinya pemerintah kota Batam tidak memiliki wibawa, dan tunduk dibawah tekanan organisasi transportasi konvensional, dan lebih berpihak kepada organisasi tersebut daripada berpihak kepada masyarakat. Setelah gagal menertibkan taxi-taxi tanpa argo yang menetapkan tarif seenaknya dan setinggi langit, pemerintah kota Batam juga gagal menertibkan angkot-angkot yang berhenti dan parkir sampai separuh jalan dan sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan di jalan raya tersebut. (Saya sendiri mengalami kecelakaan akhir tahun 2013 gara-gara angkot yang berhenti mendadak di tengah jalan).
Dan taxi serta angkot-angkot yang tidak mampu untuk menjadi kompettitif dan mengikuti arus perubahan ini, mereka menjadi kasar dan suka ngamuk, bersikap anarkis, pada lupa bahwa rejeki ituw sudah ada yang mengatur. Dan harus ingat, masyarakat lebih suka naik transportasi yang tarifnya jelas, aman dan efisien. Bukan taxi tanpa argo yang tarifnya tidak jelas, atau angkot yang sopirnya entah punya SIM atau tidak.
Bluebird sendiri menyikapi perubahan arus ini dengan bijak, mereka berinovasi dengan menciptakan aplikasi online mereka sendiri.yang bisa diunduh untuk perangkat iOS maupun Android.
Biarkan masyarakat yang memilih moda transportasi sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka sendiri, jangan melawan arus perubahan.
Batam sudah mulai kelelep karena pemerintah daerahnya tidak bisa menjaga iklim investasi, banyak pungli terhadap investor, dan akhirnya investor kapitalis memindahkan modal dan pabriknya ke negara lain, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, termasuk ke negara komunis seperti Vietnam dan China, kita bisa melihat adanya ironi pada fakta ini.
Dengan pelarangan transportasi online ini, Batam bisa jadi akan semakin suram, pengangguran yang sudah berkali lipat bertambah lagi berpuluh kali lipat, dan takutnya angka kriminalitas akan semakin bertambah, investor lain tidak akan mau masuk, dan lingkaran setan kemunduran ini tidak akan pernah putus.
Pemerintah daerah yang melawan arus, daerahnya akan kelelep sendiri.

Follow by Email